10 Penyebab Info GTK Tahap 2 Belum Valid Setelah Validasi

Validasi Info GTK selalu menjadi momen yang ditunggu para guru dan kepala sekolah. Data yang tercatat di Info GTK menjadi acuan penting terkait kelayakan penerimaan tunjangan profesi hingga administrasi kepegawaian. Pada tahap kedua tahun 2025 ini, banyak akun guru maupun kepala sekolah yang sudah dinyatakan valid. Namun, tak sedikit pula yang masih belum lolos validasi. Pertanyaannya, apa yang menyebabkan hal tersebut?
Sebelum membahas lebih jauh, penting dipahami bahwa hasil validasi tidak semata bergantung pada input data di Dapodik saja. Ada mekanisme sinkronisasi, jadwal validasi, hingga catatan perbaikan yang memengaruhi status valid atau tidaknya Info GTK.
Tanggal Validasi Menentukan Status
Penyebab paling sering ditemui adalah perbedaan waktu antara perbaikan data dan jadwal validasi. Validasi tahap kedua dilakukan berdasarkan data sebelum 13 September 2025. Artinya, jika perbaikan data dilakukan setelah tanggal tersebut, hasilnya baru akan masuk pada validasi tahap berikutnya.
Contoh sederhana: seorang guru memperbaiki datanya pada tanggal 20 September, sementara validasi dilakukan pada tanggal 13. Maka, otomatis hasil perbaikan belum terbaca di tahap ini. Jadi walaupun datanya sudah benar, statusnya tetap belum valid.
Penyebab Kepala Sekolah Belum Valid
Beberapa faktor yang sering membuat akun kepala sekolah belum valid antara lain:
-
Perbedaan Data Diri
Misalnya perbedaan NRG, kode bidang studi, atau ketidaksesuaian data di master NRG. Jika hal ini terjadi, solusi terbaik adalah koordinasi dengan dinas terkait. -
Siswa Belum Memiliki Guru Wali
Salah satu syarat validasi kepala sekolah adalah seluruh siswa sudah masuk dalam rombel dan memiliki guru wali. Jika ada catatan “sejumlah siswa belum memiliki guru wali”, maka validasi otomatis gagal. -
Sinkronisasi Tidak Selesai
Perbaikan data tanpa sinkronisasi sama saja tidak ada artinya, karena data tidak terkirim ke pusat. -
SK Kepala Sekolah
Masa berlaku SK kepala sekolah juga berpengaruh. Umumnya, SK terbaru tahun 2025 lebih aman agar terbaca sistem. -
Kepala Sekolah Merangkap Mengajar
Untuk sekolah dasar yang kekurangan guru, kepala sekolah kerap masuk rombel. Namun, sebaiknya jam mengajar ini tidak diinput agar tidak terjadi benturan data.
Penyebab Guru Belum Valid
Selain kepala sekolah, banyak guru yang juga menghadapi masalah validasi. Faktor-faktornya antara lain:
-
Kesesuaian (Linearitas) Mata Pelajaran
Guru wajib mengajar sesuai bidang sertifikasinya sesuai aturan Permendikbud No. 449/P/2024. Jika mengajar tidak linear, otomatis status tidak valid. -
Jumlah Jam Mengajar
Minimal jam mengajar linear adalah 24 jam. Jika tidak terpenuhi, validasi akan gagal, kecuali untuk guru tunggal dengan kondisi khusus. -
Tugas Tambahan dan SK
Jika memiliki tugas tambahan seperti Wakil Kepala Sekolah atau Koordinator, SK harus masih berlaku dan tercatat tahun 2025. -
Data Diri dan Catatan Masalah
Sama seperti kepala sekolah, guru juga harus memastikan tidak ada data yang berwarna merah di Info GTK. Selain itu, guru SMP ke atas wajib menjadi wali kelas. -
Sinkronisasi Data
Perbaikan data yang tidak diikuti sinkronisasi membuat data gagal terbaca. Periksa tanggal sinkron agar sesuai dengan tanggal validasi.
Catatan Tambahan
Bagi guru tunggal yang jamnya di bawah 24, status valid memang sering terkendala meski sudah menggunakan TTU atau TTLE. Dalam kondisi ini, solusinya adalah menunggu validasi tahap berikutnya.
Sementara itu, guru yang merangkap sebagai PLT Kepala Sekolah tetap wajib mengajar. Jam PLTKS tidak dihitung sebagai tugas tambahan dalam Info GTK.
Baca juga: Bocoran Validasi InfoGTK Tahap 2, Ada 6 Kategori Yang Terlibat!
Kesimpulan
Validasi Info GTK tahap 2 tahun 2025 resmi selesai, namun tidak semua akun guru dan kepala sekolah dinyatakan valid. Penyebabnya bisa karena perbaikan data dilakukan setelah jadwal validasi, masih ada catatan masalah di sistem, linearitas mata pelajaran tidak sesuai, atau SK yang tidak diperbarui.
Hal terpenting adalah memahami bahwa validasi data adalah tanggung jawab guru masing-masing, bukan hanya operator sekolah. Operator hanya membantu menginput, sementara guru dan kepala sekolah wajib memastikan data sudah benar dan sesuai aturan. Jika saat ini belum valid, jangan panik. Validasi tahap berikutnya masih akan dilakukan, sehingga ada kesempatan memperbaiki data lebih awal.
Dengan kerja sama yang baik antara guru, kepala sekolah, dan operator, masalah validasi Info GTK bisa diatasi lebih cepat, dan hak-hak guru bisa terpenuhi tanpa kendala.








