Aplikasi TerimaWA masih terbukti membayar dan penarikan saldo Rp10.000 disebut berhasil cair ke DANA hanya sekitar 2 sampai 3 menit. Namun, pengguna tetap harus berhati-hati karena aplikasi ini sangat rawan membuat akun WhatsApp terkena spam jika digunakan secara berlebihan.
Masalah spam memang jadi keluhan paling sering muncul dari pengguna TerimaWA. Banyak yang mengaku akun WhatsApp mereka tiba-tiba dibatasi, tidak bisa mengirim pesan, bahkan ada yang terkena pemblokiran permanen setelah menghubungkan akun ke sistem aplikasi.
Karena itu, penggunaan TerimaWA tidak bisa asal jalan. Ada beberapa pengaturan penting yang harus diperhatikan supaya akun WhatsApp tetap aman. “Kenapa sih WhatsApp saya kena spam?” menjadi pertanyaan yang paling sering muncul dari pengguna baru yang belum memahami cara setting aplikasi dengan benar.
Menariknya, ternyata ada trik tertentu yang dianggap lebih aman agar akun tidak cepat terdeteksi spam sekaligus tetap bisa menghasilkan uang dari aplikasi ini.
Apakah TerimaWA Masih Terbukti Membayar?
Ya, TerimaWA masih terbukti membayar. Dalam pengujian withdraw terbaru, saldo Rp10.000 berhasil masuk ke akun DANA sekitar 2 sampai 3 menit setelah proses penarikan dilakukan.
Proses withdraw dilakukan melalui menu withdraw yang tersedia di aplikasi. Setelah memilih nominal penarikan Rp10.000 dan melakukan konfirmasi, status transaksi berubah menjadi berhasil diproses.
Tak lama kemudian muncul notifikasi saldo masuk ke aplikasi DANA pada pukul 16.10 tanggal 18 April. Ini menunjukkan sistem penarikan masih berjalan normal dan cepat.
Meski nominal yang diuji memang tidak terlalu besar, setidaknya aplikasi masih menunjukkan bukti pembayaran yang berhasil cair dalam hitungan menit.
Cara Menghubungkan TerimaWA ke WhatsApp
Untuk mulai menggunakan TerimaWA, pengguna harus menghubungkan akun WhatsApp terlebih dahulu ke sistem aplikasi. Proses ini dilakukan melalui menu WhatsApp yang ada di bagian bawah aplikasi.
Setelah masuk ke menu tersebut, pengguna bisa memilih fitur “Tambah WhatsApp”. Di sini tersedia dua metode koneksi:
- QR Code
- Pairing Code
Kalau WhatsApp berada di HP berbeda, metode QR Code lebih cocok digunakan karena pengguna tinggal scan kode yang muncul.
Namun jika WhatsApp digunakan di HP yang sama dengan aplikasi TerimaWA, maka metode Pairing Code dianggap lebih praktis.
Caranya cukup memasukkan nomor WhatsApp lalu klik lanjut. Setelah itu sistem akan memunculkan kode pairing yang harus dimasukkan ke WhatsApp.
Setelah proses tautkan perangkat selesai, nomor WhatsApp aktif akan muncul di aplikasi dan akun siap digunakan untuk menjalankan sistem pengiriman pesan otomatis.
Trik Agar WhatsApp Tidak Kena Spam
Bagian ini yang paling penting. Banyak pengguna terlalu fokus mengejar penghasilan cepat tanpa memperhatikan pengaturan mode WhatsApp yang justru menjadi penyebab utama akun terkena spam.
Di aplikasi TerimaWA tersedia beberapa pilihan mode pengiriman pesan. Ada mode medium hingga very fast. Masalahnya, mode very fast membuat sistem mengirim pesan promosi setiap 1 detik.
Kalau menggunakan mode seperti ini, risiko spam hampir pasti meningkat drastis. WhatsApp akan menganggap aktivitas akun terlalu agresif dan tidak natural.
Karena itu, pengaturan yang lebih aman adalah memilih mode Very Slow dengan jeda 60 detik atau 1 menit per pesan.
Artinya, sistem hanya mengirim satu pesan promosi setiap satu menit. Untuk akun baru, pengaturan ini dianggap jauh lebih aman dibanding mode cepat.
Selain itu, jangan menjalankan aplikasi selama 24 jam nonstop. Ini kesalahan yang sering dilakukan pengguna baru.
Cara yang lebih aman adalah menjalankan sistem sekitar 1 jam saja. Jika menggunakan mode very slow, maka dalam 1 jam kira-kira hanya terkirim sekitar 60 pesan.
Setelah target tercapai, pengguna disarankan membuka kembali aplikasi lalu klik “Stop Bless” agar pengiriman pesan berhenti sementara.
Peringatan Penting yang Tidak Boleh Diabaikan
Di dalam aplikasi juga ada beberapa aturan penting yang wajib diperhatikan pengguna. Salah satunya larangan menghapus pesan yang sudah terkirim atau menggunakan timer pesan di WhatsApp.
Pelanggaran terhadap aturan ini disebut bisa menyebabkan pemblokiran akun permanen. Karena itu, pengguna sebaiknya tidak memodifikasi sistem pengiriman pesan secara berlebihan.
Hal lain yang juga perlu dipahami, chat yang dikirim oleh sistem bersifat promosi dan random. Jadi jangan gunakan nomor utama yang dipakai sehari-hari untuk keluarga, pekerjaan, atau bisnis penting.
Lebih aman memakai nomor cadangan khusus agar jika terjadi spam atau pemblokiran, akun utama tetap aman.
Penghasilan Memang Menarik, Tapi Risiko Tetap Ada
TerimaWA memang masih terlihat aktif dan terbukti membayar. Sistem withdraw juga tergolong cepat karena saldo Rp10.000 bisa cair ke DANA hanya dalam beberapa menit.
Namun, pengguna tetap harus realistis melihat risikonya. Semakin agresif pengiriman pesan dilakukan, semakin besar pula peluang akun WhatsApp terkena spam atau pembatasan.
Karena itu, kalau ingin mencoba aplikasi seperti ini, fokus utama sebaiknya bukan sekadar mengejar banyak pesan terkirim, tetapi menjaga akun tetap aman dalam jangka panjang.
Gunakan mode very slow, jangan online nonstop, dan hindari memakai nomor utama. Dengan cara itu, risiko spam bisa sedikit diminimalkan meskipun tetap tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.
Artikel ini hanya untuk informasi dan edukasi. Aplikasi penghasil uang maupun investasi memiliki risiko, serta tidak ada jaminan keuntungan atau pembayaran. Kebijakan minimal penarikan, nominal imbalan, dan syarat operasional dapat berubah sewaktu-waktu sesuai keputusan pihak pengembang.












