Cara Input Tugas Tambahan Di Dapodik 2026 Agar Jam Mengajarmu Valid 24 Jam!

Dalam sistem pendidikan nasional, validasi beban kerja guru menjadi salah satu aspek krusial dalam pendataan dan pengakuan tunjangan. Salah satu solusi bagi guru yang kekurangan jam mengajar adalah dengan menambahkan tugas tambahan yang diakui oleh sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan).
Namun, sering kali muncul pertanyaan tentang bagaimana cara menginput tugas tambahan agar jamnya valid dan muncul dalam Info GTK. Artikel ini akan membahas tuntas cara input tugas tambahan di Dapodik 2026 agar jam kerja guru tercatat valid hingga 24 jam.
Salah satu komponen beban kerja guru adalah tugas tambahan. Banyak guru yang mengalami kekurangan jam tatap muka dan mengandalkan tugas tambahan agar tetap memenuhi syarat beban kerja 24 jam per minggu. Namun demikian, masih banyak yang belum memahami bagaimana cara input yang benar agar tugas tambahan tersebut tercatat dan diakui oleh sistem. Terlebih lagi, perubahan peran atau rotasi jabatan di sekolah menuntut adanya pengelolaan data yang akurat dan terbaru di Dapodik.
Kategori Tugas Tambahan Guru
Dalam sistem Dapodik, tugas tambahan dibagi menjadi dua:
-
Tugas Tambahan Utama (TTU) – Diakui setara 12 jam tatap muka. Tugas tambahan ini meliputi:
-
Wakil Kepala Sekolah (Waka)
-
Kepala Perpustakaan
-
Kepala Laboratorium
-
Kepala Bengkel
-
Ketua Program Keahlian (SMK)
-
Kepala Unit Produksi / Teaching Factory
-
Pembimbing Khusus
-
-
Tugas Tambahan Lain yang Ekuivalen (TTLE) – Maksimal hanya diakui setara 6 jam. Contohnya:
-
Wali Kelas
-
Pembina Ekstrakurikuler
-
Pembina OSIS
-
Koordinator Pembelajaran
-
Guru Piket, dan lainnya
-
Catatan penting: Meskipun guru mengampu lebih dari satu TTLE, sistem hanya mengakui maksimal 6 jam.
Langkah-langkah Input Tugas Tambahan di Dapodik 2026
1. Input oleh Operator Sekolah
Semua tugas tambahan diinput oleh akun operator sekolah, kecuali kepala sekolah yang datanya dikelola oleh dinas.
2. Penghapusan Tugas Tambahan Lama
Sebelum memberikan tugas tambahan kepada guru baru, tugas lama harus dihapus terlebih dahulu. Misalnya jika terjadi pergantian kepala laboratorium, maka data kepala lab sebelumnya dihapus dulu sebelum diberikan ke guru pengganti.
3. Menambahkan Tugas Tambahan Baru
-
Masuk ke menu GTK → Guru → Pilih nama guru → Klik Ubah
-
Klik Tambah pada bagian Tugas Tambahan
-
Pilih tugas sesuai kebutuhan, misalnya Kepala Laboratorium (bukan Koordinator Lab)
-
Isi Nomor SK dan Tanggal SK – pastikan tahun ajaran berjalan (minimal tahun 2025)
-
Pilih ruang yang sesuai (misalnya lab komputer)
-
Klik Simpan
4. Input Tugas Wali Kelas
-
Tugas wali kelas wajib diinput untuk semua guru, termasuk guru BK
-
Setelah input di bagian tugas tambahan, jangan lupa juga input sebagai wali kelas di rombel
5. Validasi Profil GTK
-
Masuk ke menu Profil GTK
-
Pastikan semua tugas tambahan muncul dan jamnya diakui
-
Jam tugas tambahan TTU akan muncul 12 jam, sedangkan TTLE maksimal 6 jam
Catatan Penting
-
Tugas tambahan utama hanya berlaku untuk jenjang SMP ke atas. Di jenjang SD, tidak ada kepala lab, kepala perpus, dan sejenisnya.
-
Jumlah maksimal Waka: 3 untuk SMP, 4 untuk SMA/SMK.
-
Gabungan TTU dan TTLE: Jika guru memiliki keduanya, hanya jam TTU yang akan diakui di Info GTK.
-
Tanggal SK harus tahun ajaran berjalan. Hindari menggunakan SK dari tahun sebelumnya (2024).
-
Rombel harus dibuat untuk tugas tambahan yang berkaitan langsung dengan siswa seperti wali kelas dan pembina ekstra.
-
PLT Kepala Sekolah tidak mendapatkan pengakuan jam tambahan kecuali juga mengajar mata pelajaran.
-
Pembina Ekstra: meskipun sudah membuat rombel dan mengisi anggota, terkadang tidak muncul. Ini masih menjadi masalah yang belum jelas solusinya.
Penutup
Menginput tugas tambahan di Dapodik bukan sekadar formalitas. Proses ini berpengaruh langsung terhadap validasi jam mengajar dan pencairan tunjangan profesi. Oleh karena itu, penting bagi operator dan guru untuk memastikan bahwa data yang diinput sudah benar, lengkap, dan sesuai aturan terbaru. Jangan lupa untuk selalu memeriksa profil GTK setelah penginputan agar bisa segera memperbaiki jika ada kekeliruan.
Semoga panduan ini membantu para guru dan operator dalam memahami cara kerja dan teknis input tugas tambahan di Dapodik 2026. Tetap update dengan perkembangan kebijakan dan terus saling berbagi informasi demi akurasi data pendidikan nasional.








