Video 3 Bocil Main Block Blast Viral di TikTok, Adakah Link Aslinya? Cek Disini!

Belakangan ini linimasa TikTok ramai membicarakan video yang dikenal dengan sebutan bocil Block Blast viral. Awalnya, video tersebut tampak biasa saja karena hanya menampilkan seorang anak kecil yang sedang asyik memainkan game Block Blast di ponsel. Game ini sendiri memang cukup populer karena bisa dimainkan secara offline dan sering dijadikan hiburan ringan oleh berbagai kalangan usia.
Namun, seiring waktu, netizen mulai menyadari ada hal lain yang terekam di dalam video tersebut. Di sisi bocah yang bermain game, terlihat beberapa anak lain yang melakukan perilaku tidak pantas untuk usia mereka. Potongan video inilah yang kemudian memicu rasa penasaran publik dan membuat video tersebut menyebar luas di TikTok dengan berbagai caption provokatif.
Fenomena ini makin meluas karena banyak akun yang memanfaatkan momentum viral dengan menambahkan tulisan “link full ada di bio” atau “yang penasaran cek profil”. Akibatnya, kolom komentar dipenuhi oleh netizen yang saling mengklaim sudah menonton versi lengkapnya.
Kenapa Video Bocil Block Blast Bisa Viral di TikTok
Ada beberapa faktor utama yang membuat video bocil Block Blast begitu cepat viral. Pertama, judul dan caption yang digunakan terkesan clickbait. Kata “bocil” dan “viral” secara psikologis memang memancing rasa ingin tahu, apalagi jika dikaitkan dengan hal yang dianggap tidak wajar.
Kedua, keberadaan game Block Blast dalam video tersebut justru menjadi pemancing awal. Banyak orang awalnya mengira video itu hanya konten anak bermain game, namun kemudian terkejut setelah mengetahui konteks di sekitarnya. Perpaduan antara aktivitas polos bermain game dan situasi yang dinilai menyimpang inilah yang membuat video itu terus dibicarakan.
Ketiga, komentar netizen turut memperbesar jangkauan. Banyak pengguna TikTok saling menyebut nama akun tertentu, membagikan tautan mencurigakan, hingga memancing perdebatan soal kebenaran video tersebut. Algoritma TikTok yang sensitif terhadap interaksi akhirnya mendorong konten ini muncul berulang kali di beranda pengguna lain.
Kronologi Singkat Video Bocil Block Blast Viral
Berdasarkan informasi yang beredar, video tersebut memperlihatkan tiga anak kecil, terdiri dari satu anak laki-laki dan dua anak perempuan. Salah satu dari mereka terlihat fokus bermain game Block Blast, sementara dua lainnya berada di samping dengan aktivitas yang dinilai tidak pantas oleh publik.
Video itu kemudian direkam oleh seseorang dan beredar luas di media sosial. Setelah viral, aparat kepolisian dilaporkan mengamankan anak-anak yang ada dalam video tersebut. Orang tua masing-masing anak juga dipanggil untuk dimintai keterangan.
Dalam beberapa foto yang tersebar, terlihat suasana emosional saat orang tua dan anak-anak tersebut dipertemukan dengan pihak berwenang. Anak-anak tersebut dikabarkan diminta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Hingga kini, lokasi dan waktu pasti kejadian belum dijelaskan secara rinci ke publik.
Apakah Ada Link Video Asli Bocil Block Blast Viral
https://www.capcut.com/tv2/ZS5YT7DAe/
Pertanyaan soal link video asli menjadi topik yang paling banyak muncul di kolom komentar. Banyak akun TikTok mengklaim memiliki versi full dan mengarahkan pengguna ke link tertentu, termasuk yang mengatasnamakan platform video populer.
Namun setelah ditelusuri, sebagian besar link tersebut tidak mengarah ke video asli. Banyak di antaranya justru membawa pengguna ke situs penuh iklan, halaman unduhan palsu, atau bahkan berpotensi membahayakan data pribadi.
Penting untuk dipahami bahwa video yang sudah melibatkan anak di bawah umur dan tindakan tidak pantas biasanya tidak akan tersedia secara resmi di platform legal. Klaim “full video” umumnya hanya umpan untuk mendatangkan trafik.
BACA JUGA: Video Bocil Block Blast Viral di TikTok Kenapa? Ini Kronologi dan Link Yang Beredar!
Kesimpulan
Kasus bocil Block Blast viral di TikTok menjadi contoh bagaimana konten sederhana bisa berubah menjadi kontroversi besar. Bukan karena gamenya, melainkan karena situasi di sekitar video yang tidak pantas dan kemudian dieksploitasi oleh banyak pihak. Netizen diharapkan lebih bijak, tidak mudah terpancing clickbait, serta lebih peduli pada dampak penyebaran konten sensitif, terutama yang melibatkan anak-anak.








