Validasi Info GTK Tahap 3 Belum Valid? Ini Penyebab dan Solusinya!

Kabar terbaru datang dari dunia pendidikan, khususnya bagi para guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). Pada 16 Oktober 2025, proses validasi Info GTK tahap ketiga resmi dinyatakan selesai. Informasi ini menjadi kabar baik bagi banyak guru di seluruh Indonesia, karena sebagian besar data sudah dinyatakan valid dan SKTPG sudah terbit.

Menurut laporan dari beberapa operator sekolah, validasi tahap ketiga ini memang sudah dijadwalkan sejak awal bulan Oktober. Setelah melalui proses panjang — mulai dari sinkronisasi data di Dapodik, pembaruan tugas tambahan, hingga pengecekan jam mengajar — kini sebagian besar guru dapat bernapas lega karena status validasinya telah “hijau”. Namun, masih ada sebagian yang belum valid. Nah, bagi yang belum valid, penting untuk memahami penyebabnya dan langkah-langkah perbaikannya.

Mengapa Sebagian Guru Masih Belum Valid?

Salah satu penyebab utama guru belum valid adalah ketidaksesuaian antara tanggal validasi dan waktu sinkronisasi data di Dapodik. Misalnya, jika validasi Info GTK dilakukan tanggal 2 Oktober 2025, sementara pembaruan data atau sinkronisasi baru dilakukan tanggal 3 Oktober 2025, maka pembaruan tersebut tidak akan terbaca dalam validasi tahap itu.

Jadi, walaupun operator sekolah sudah melakukan perbaikan, jika dilakukan setelah tanggal validasi, hasilnya tetap tidak muncul sebagai valid. Hal ini sering terjadi pada kasus tugas tambahan guru wali yang baru diinput setelah validasi dilakukan.

Selain itu, beberapa kasus invalid juga disebabkan oleh:

Baca Juga:  Cara Tambah PD Baru Non Dapodik/Emis Di Spdatadik Agar Masuk Ke Dapodik

Tiga Poin Penting Bagi Guru Wali Agar Data Valid

Salah satu masalah umum dalam validasi Info GTK tahap ketiga adalah data guru wali. Agar status valid, perhatikan tiga poin berikut:

  1. Pastikan sudah ada tugas tambahan sebagai guru wali.
    Ini bukan hanya sekadar label, tetapi harus diinput resmi di Dapodik.

  2. Buat rombel guru wali.
    Setelah tugas tambahan diinput, langkah berikutnya adalah membuat rombongan belajar (rombel) untuk guru wali tersebut.

  3. Masukkan anggota rombel (siswa) dengan benar.
    Setiap siswa hanya boleh masuk dalam satu rombel wali. Tidak boleh satu siswa berada di dua rombel berbeda karena akan menyebabkan data invalid.

Sebagai contoh, jika sekolah memiliki 150 siswa dan 10 guru wali, maka pembagian bisa dilakukan rata-rata 15 siswa per guru wali. Pembagian ini wajib rapi dan konsisten.

Solusi Bagi Guru dengan Jam Linear Belum Memenuhi

Bagi guru yang jam linearnya belum mencapai 24 jam, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan:

  • Tambahkan jam mengajar mata pelajaran yang linear dengan bidang studi utama. Misalnya, guru matematika bisa menambah jam di mata pelajaran sejenis sesuai dengan aturan linearitas.

  • Cek linearitas mata pelajaran melalui panduan resmi agar tahu kombinasi yang diperbolehkan.

  • Pastikan seluruh jam sudah masuk di Dapodik dan tersinkron dengan baik sebelum tanggal validasi berikutnya.

Untuk guru tunggal, aturan sedikit berbeda. Meskipun tidak mencapai 24 jam, tetap wajib memasukkan TTU (Tugas Tambahan Umum) atau TTL (Tugas Tambahan Lain) agar sistem tetap mengenali beban kerja guru tersebut. Namun, validasinya sering tertunda karena proses pengecekan lebih detail dari pusat.

Permasalahan NIP ASN dan P3K

Masalah lain yang sering muncul adalah NIP tidak valid. Jika hal ini terjadi, maka solusinya adalah memperbaiki NIP melalui Perval PTK (Perbaikan Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan). Saat ini operator sekolah sudah bisa memperbaiki NIP langsung tanpa harus menunggu dari dinas, selama kesalahan tersebut masih dalam batas administratif (misalnya kesalahan digit atau huruf).

Baca Juga:  6 Cara Mengatasi INFO GTK Gagal Aktivasi OTP 2FA Google Authenticator, Ini Solusinya

Namun, untuk NIP P3K baru, biasanya membutuhkan waktu lebih lama karena proses pemadanan data antar sistem pusat belum sepenuhnya rampung. Jadi, guru yang sudah memiliki NIP benar namun belum terbaca, cukup menunggu proses pemutakhiran data.

Tips Agar Info GTK Anda Valid di Tahap Berikutnya

  1. Cek tanggal validasi di InfoGTK Anda. Pastikan sinkronisasi dilakukan sebelum tanggal tersebut.

  2. Perbarui semua data di Dapodik, termasuk tugas tambahan, rombel, dan anggota rombel.

  3. Penuhi jam linear minimal 24 jam.

  4. Pastikan tidak ada data ganda siswa di rombel wali.

  5. Cek catatan masalah di InfoGTK, karena di situlah sumber utama alasan data belum valid.

  6. Lakukan sinkronisasi berkala, minimal seminggu sekali selama masa validasi berjalan.

BACA JUGA: 5 Cara Mengatasi InfoGTK Invalid Data BKN Tidak Sesuai

Kesimpulan

Validasi InfoGTK tahap ketiga yang selesai pada 16 Oktober 2025 menjadi momen penting bagi guru dan operator sekolah. Banyak yang sudah dinyatakan valid dan siap menerima SKTPG, namun sebagian masih harus melakukan perbaikan.

Kuncinya terletak pada ketepatan waktu sinkronisasi, kelengkapan tugas tambahan, dan kesesuaian jam linear. Jangan lupa selalu periksa catatan masalah di akun Info GTK untuk mengetahui penyebab invalid secara spesifik.

Bagi yang belum valid, jangan panik. Masih ada tahap berikutnya, dan dengan memperhatikan langkah-langkah di atas, besar kemungkinan data Anda akan valid pada validasi selanjutnya. Tetap semangat, karena setiap perbaikan kecil akan mempercepat terbitnya SKTPG Anda!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button