Solusi Gaji Facebook Tidak Masuk ke PayPal Karena Dinonaktifkan

Bagi para kreator konten di Facebook, momen paling ditunggu setiap bulannya tentu adalah waktu gajian dari monetisasi. Namun, tidak sedikit yang mengalami kebingungan ketika status pembayaran sudah tertulis “dibayarkan”, tetapi uang belum juga masuk ke rekening atau akun PayPal.

Bahkan, ada juga yang mendapati akunnya diblokir permanen tepat setelah gaji cair. Lalu, sebenarnya bagaimana sistem gaji Facebook bekerja dan apa penyebab masalah semacam ini bisa terjadi?

Cara Facebook Membayar Kreator

Facebook memiliki beberapa metode pembayaran untuk program monetisasi, antara lain melalui rekening bank dan akun PayPal. Metode PayPal sering dianggap lebih praktis karena hanya membutuhkan alamat email tanpa harus mengisi kode bank atau SWIFT code. Biasanya, pembayaran dilakukan setiap tanggal 21 hingga 23 setiap bulannya.

Namun, ketika sistem mencatat status “dibayarkan”, bukan berarti dana langsung masuk ke dompet digital atau rekening. Proses verifikasi masih dilakukan secara internal oleh Facebook, terutama untuk memastikan bahwa akun penerima memenuhi semua syarat kebijakan monetisasi.

Penyebab Gaji Facebook Tidak Masuk ke PayPal

Kasus yang cukup sering terjadi adalah gaji Facebook sudah dikirim, tetapi akun PayPal justru dinonaktifkan atau diblokir permanen. Masalah ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  1. Kesalahan alamat email pembayaran
    Banyak kreator yang salah memasukkan email Facebook mereka ke kolom pembayaran alih-alih email PayPal. Akibatnya, pembayaran tetap “terkirim” dari sisi Facebook, tetapi tidak pernah masuk ke PayPal karena alamat yang dituju tidak valid. Jika ini terjadi, dana tidak bisa dikembalikan lagi.

  2. Akun PayPal melanggar kebijakan
    PayPal memiliki sistem deteksi otomatis terhadap aktivitas yang mencurigakan. Jika akun terdeteksi menerima pembayaran dari sumber yang dianggap berisiko, misalnya transaksi berulang dari luar negeri dalam jumlah besar, maka PayPal bisa menonaktifkan akun secara permanen.

  3. Pelanggaran di akun Facebook
    Banyak kreator tidak menyadari bahwa pelanggaran hak cipta (seperti reupload video tanpa izin) bisa berdampak ke sistem pembayaran. Facebook akan menahan, membatalkan, atau bahkan menutup akses pembayaran jika akun terbukti melanggar aturan monetisasi.

  4. Perubahan atau verifikasi pajak belum diperbarui
    Facebook melakukan verifikasi pajak setiap bulan untuk akun monetisasi. Jika pengguna belum memperbarui formulir pajak (W-8BEN untuk individu), sistem bisa menandai akun sebagai tidak valid untuk pembayaran.

Baca Juga:  Update 5 Syarat Monetisasi Konten Facebook Pro Terbaru & Tips Cepat MK

Panduan Pengaturan Pembayaran yang Benar

Agar gaji tidak bermasalah, pengguna perlu memastikan beberapa hal penting di menu Monetization Settings Facebook:

  1. Masuk ke menu Pembayaran (Payment Settings).
    Klik SettingsMonetizationPayout Settings.

  2. Tambahkan metode pembayaran.
    Pilih PayPal atau rekening bank. Jika menggunakan PayPal, pastikan alamat email yang dimasukkan sama persis dengan email akun PayPal yang aktif.

  3. Isi informasi pajak dengan benar.
    Untuk kreator individu di Indonesia, pilih formulir W-8BEN.

    • Pada bagian layanan, isi dengan “Service”.

    • Pada bagian royalti, isi “Royalty”.

    • Jika tidak memiliki NPWP, pengguna bisa mengisi dengan nomor KTP.

  4. Verifikasi setiap bulan.
    Facebook biasanya melakukan pengecekan ulang data pajak dan metode pembayaran setiap bulan. Pastikan tidak ada notifikasi verifikasi yang terlewat agar pembayaran tetap lancar.

Penyebab Akun Diblokir Setelah Gajian

Banyak kreator yang melaporkan bahwa akun mereka justru diblokir permanen setelah pembayaran berhasil dikirim. Hal ini sering terjadi karena beberapa alasan berikut:

  • Konten yang dimonetisasi bersifat reupload atau melanggar hak cipta.
    Jika sistem mendeteksi bahwa video diambil dari sumber lain tanpa izin atau tanpa modifikasi signifikan, akun bisa ditutup setelah pembayaran terakhir.

  • Terlalu sering mengubah data pembayaran atau login dari perangkat berbeda.
    Aktivitas semacam ini dianggap mencurigakan dan bisa memicu pemblokiran otomatis.

  • Menggunakan lebih dari satu akun pembayaran untuk beberapa halaman.
    Facebook melarang penggunaan satu akun PayPal untuk banyak akun monetisasi berbeda karena dianggap berpotensi penyalahgunaan.

Cara Mengatasi Akun PayPal atau Facebook yang Diblokir

Jika akun PayPal diblokir, langkah pertama adalah menghubungi pihak PayPal melalui Pusat Resolusi (Resolution Center) dan mengajukan banding dengan bukti bahwa pembayaran berasal dari Facebook resmi. Namun, jika statusnya sudah “permanent limitation”, maka akun tersebut tidak bisa digunakan lagi untuk menerima dana di masa depan.

Baca Juga:  Cara Agar Bisa Kirim Foto di Komentar TikTok Terbaru 2025

Sedangkan untuk akun Facebook yang diblokir, kreator bisa mengajukan banding melalui Support Inbox dengan menjelaskan bahwa konten dibuat secara orisinal dan tidak melanggar hak cipta. Namun, hasil pemulihan tergantung keputusan sistem Facebook.

BACA JUGA: Chillar Apk Penghasil Uang Terbukti Membayar? Ini Cara Mainnya!

Kesimpulan

Gaji dari Facebook monetisasi memang bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, tetapi sistemnya sangat ketat dan sensitif terhadap kesalahan teknis maupun pelanggaran kebijakan. Untuk memastikan pembayaran berjalan lancar, kreator wajib memasukkan email PayPal yang benar, memperbarui data pajak tiap bulan, serta memastikan semua konten yang diunggah original dan bebas hak cipta.

Jika semua langkah dilakukan dengan benar, proses pembayaran dari Facebook ke PayPal biasanya akan berjalan mulus dan langsung diterima pada tanggal yang dijadwalkan. Namun, bila terjadi pemblokiran atau keterlambatan, periksa kembali pengaturan dan pastikan akun tetap mematuhi seluruh kebijakan monetisasi Facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button