Dapodik Muncul Angka 1 Saat Mau Sinkron? Ini Penyebab Dan Solusinya

Masalah teknis pada aplikasi Dapodik kembali menjadi perhatian operator sekolah di penghujung semester gasal. Salah satu kejadian yang cukup banyak dialami adalah munculnya angka “1” secara tiba-tiba ketika proses sinkronisasi akan dilakukan. Kondisi ini memicu kebingungan, bahkan kekhawatiran, terutama bagi operator yang merasa masih memiliki kewajiban sinkron sebelum batas waktu berakhir.

Fenomena ini sebenarnya terjadi secara massal dan bukan dialami oleh satu atau dua sekolah saja. Oleh karena itu, penting bagi operator memahami latar belakang, penyebab, serta langkah yang tepat agar tidak panik dan salah mengambil tindakan.

Latar Belakang Munculnya Angka 1 di Dapodik

Pada periode akhir semester atau mendekati penutupan pendataan, server Dapodik biasanya mengalami perubahan status. Banyak operator yang mencoba melakukan sinkron ulang meskipun sebelumnya sudah melakukan sinkronisasi dan tidak melakukan perubahan data.

Saat proses tersebut dicoba, sebagian pengguna mendapati notifikasi tidak biasa, yaitu hanya muncul angka “1” tanpa penjelasan lanjutan. Hal ini menimbulkan asumsi bahwa terjadi kesalahan pada aplikasi lokal atau data sekolah.

Padahal, dalam kondisi tertentu, sistem pusat memang sedang melakukan penyesuaian, pembatasan, atau penutupan akses sinkron secara bertahap.

Penyebab Utama Angka 1 Saat Sinkronisasi

Munculnya angka 1 bukan disebabkan oleh kesalahan instalasi aplikasi Dapodik, bukan pula karena data rusak, akun bermasalah, atau jaringan internet sekolah. Penyebab utamanya berasal dari sisi server pusat Dapodik.

Ketika pendataan semester gasal akan ditutup, server biasanya menghentikan sementara layanan sinkronisasi. Dalam fase transisi ini, sistem belum menampilkan notifikasi lengkap, sehingga yang muncul hanya penanda awal berupa angka.

Baca Juga:  Cara Mengerjakan Dapodik 2026.b dari Registrasi Hingga Sinkronisasi, Ini Tahapan Penting yang Wajib Diperhatikan

Situasi ini juga sering terjadi menjelang rilis aplikasi Dapodik versi berikutnya, di mana server sedang disiapkan untuk perubahan status pendataan.

Apakah Operator Wajib Sinkron Saat Muncul Angka 1?

Tidak semua kondisi mengharuskan sinkronisasi ulang. Jika sekolah sudah melakukan sinkron sebelumnya dan tidak ada perubahan data sama sekali, maka operator tidak diwajibkan melakukan sinkron ulang di hari terakhir.

Justru, melakukan sinkron berulang tanpa perubahan data dapat memicu kebingungan ketika server sedang dibatasi. Oleh karena itu, penting bagi operator memastikan kembali apakah memang ada data yang berubah sebelum mencoba sinkron.

Solusi yang Tepat Menghadapi Kondisi Ini

Langkah paling aman adalah menunggu. Operator disarankan tidak melakukan instal ulang aplikasi, tidak menghapus database, dan tidak melakukan reset akun. Tindakan-tindakan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah karena sumbernya bukan dari aplikasi lokal.

Biasanya, setelah server resmi menutup pendataan, notifikasi akan diperbarui dengan keterangan bahwa pendataan semester gasal telah ditutup dan pengguna diminta menunggu rilis aplikasi selanjutnya.

Jika server kembali normal atau sudah ada pengumuman resmi, barulah operator dapat menyesuaikan langkah berikutnya.

Hal yang Perlu Dihindari Operator Sekolah

Kesalahan yang sering terjadi adalah panik berlebihan. Banyak operator langsung menyimpulkan bahwa Dapodik bermasalah di sekolahnya, padahal kondisi tersebut dialami secara nasional.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Invalid Sarpras dengan Cepat di Dapodik 2026 B, Pasti Berhasil

Mengubah pengaturan aplikasi, mencoba sinkron berulang kali, atau meminta bantuan teknisi tanpa memastikan status server justru berpotensi menambah masalah baru.

BACA JUGA: Cara Menambah Referensi Data Buku Pada Menu Sarpras Dapodik

Kesimpulan

Munculnya angka 1 saat akan melakukan sinkronisasi Dapodik bukanlah kesalahan data sekolah maupun aplikasi lokal. Kondisi ini berkaitan langsung dengan status server pusat yang sedang mengalami pembatasan atau penutupan pendataan semester.

Operator sekolah disarankan tetap tenang, memastikan tidak ada perubahan data, dan menunggu informasi resmi terkait sinkronisasi lanjutan atau rilis aplikasi berikutnya. Dengan pemahaman yang tepat, operator dapat menghindari kesalahan langkah dan tetap menjaga data sekolah dalam kondisi aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button