Chevron EBT Apakah SCAM? Penarikan Berhasil Tapi Saldo Tidak Masuk

Di tengah maraknya aplikasi digital yang menjanjikan cuan cepat, masyarakat kembali digemparkan dengan kemunculan Chevron EBT; sebuah aplikasi yang mengklaim sebagai platform investasi energi ramah lingkungan.
Namun di balik wajah “profesional” yang ditampilkan, tersimpan banyak kejanggalan yang patut dicurigai. Salah satu yang paling banyak dikeluhkan pengguna adalah penarikan dana yang dinyatakan berhasil, tetapi saldo tak kunjung masuk.
Apa Itu Chevron EBT?
Chevron EBT (kadang juga disebut “Cepron EBT”) mengaku sebagai aplikasi investasi energi baru terbarukan (EBT) dengan embel-embel mendukung proyek energi global. Nama “Chevron” sendiri memicu perhatian karena mirip dengan perusahaan energi global asal Amerika Serikat, Chevron Corporation.
Namun perlu ditekankan bahwa aplikasi ini tidak memiliki keterkaitan resmi dengan perusahaan raksasa tersebut.
Aplikasi ini sebelumnya juga dikenal dengan nama “Cepron” dan telah dikaitkan dengan beberapa skema investasi mencurigakan. Kini mereka hadir dengan wajah baru, sistem baru, namun modus yang tampaknya tetap sama.
Cara Menghasilkan Uang dari Chevron EBT
Chevron EBT menawarkan cara “menghasilkan uang” yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, seperti:
-
Bonus pendaftaran Rp20.000
-
Investasi mulai dari Rp10.000
-
Kontrak hanya 4 hari, bisa mendapat laba hingga Rp760.000
-
Keuntungan harian bisa mencapai Rp95.000
-
Penarikan minimal hanya Rp50.000
-
Sistem VIP, berbagi tautan referensi, dan tugas harian
Pengguna bisa menghasilkan uang dengan menyelesaikan misi, membagikan aplikasi, mengajak teman, dan membeli paket keanggotaan. Namun sistem ini sangat bergantung pada referral dan konsumsi internal, di mana pengguna dipaksa melakukan top-up atau membeli produk fiktif agar bisa naik level dan mencairkan dana.
Indikasi Penipuan Skema Ponzi
Berbagai indikasi memperlihatkan bahwa Chevron EBT kemungkinan besar adalah skema Ponzi atau penipuan berkedok investasi, di antaranya:
-
Iming-iming keuntungan tidak masuk akal dalam waktu singkat
-
Sistem referal berjenjang yang mengharuskan perekrutan anggota baru
-
Tidak ada kejelasan soal proyek riil yang dibiayai
-
Tidak terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
-
Tampilan aplikasi murahan dan tidak profesional
-
Penggunaan nama besar seperti CoinMarketCap secara sepihak
-
Komentar pengguna yang menyebutkan saldo tidak masuk meski penarikan “berhasil”
Bahkan, banyak netizen menyamakan pola Chevron EBT dengan aplikasi scam lama seperti “Yagol” yang pernah viral sekitar empat tahun lalu dan merugikan banyak orang.
Event Palsu dan Manipulasi Psikologis
Chevron EBT juga mengadakan acara seperti meet and greet di Hotel Point Medan pada 5 Juli 2025, lengkap dengan hiburan, hadiah doorprize, dan testimoni palsu. Ini adalah strategi klasik untuk menciptakan validitas semu demi menarik lebih banyak korban. Hadiah seperti iPhone, motor listrik, dan uang tunai digunakan untuk memancing rasa percaya.
Namun, di balik semua glamor acara tersebut, pengguna tetap mengeluhkan bahwa uang mereka tidak bisa dicairkan, bahkan setelah menyelesaikan semua tugas dan membeli produk.
Apakah Chevron EBT Itu Scam?
Jawaban singkatnya: IYA.
Chevron EBT sangat kuat mengindikasikan investasi bodong berbasis skema Ponzi. Tidak ada kejelasan soal legalitas perusahaan, tidak ada izin dari OJK, dan tidak ada bukti proyek nyata.
Model bisnis seperti ini tidak berkelanjutan dan hanya menguntungkan pengguna awal. Ketika arus uang berhenti atau pengguna tidak lagi membeli produk/top-up, maka sistem akan runtuh.
Kesimpulan
Chevron EBT adalah aplikasi yang patut dicurigai sebagai penipuan digital bermodus investasi. Meski menawarkan janji manis keuntungan besar dalam waktu singkat, kenyataannya banyak pengguna yang tidak bisa mencairkan saldo dan mengalami kerugian.
Jika kamu menerima undangan untuk bergabung, sebaiknya abaikan dan segera laporkan ke pihak berwenang. Uangmu terlalu berharga untuk diserahkan pada mimpi palsu yang disebarkan oleh aplikasi semacam ini.








