Cara Update Kondisi Sarana Prasarana Madrasah di Portal SIMSarpras Tahun 2026

Pembaruan data sarana dan prasarana madrasah menjadi salah satu agenda penting dalam sistem pendidikan berbasis data. Setiap tahun, pemerintah melakukan evaluasi kondisi bangunan, ruang, serta fasilitas penunjang pendidikan untuk menentukan arah kebijakan dan bantuan yang tepat sasaran. Pada tahun anggaran 2026, seluruh madrasah kembali diwajibkan melakukan pembaruan data kondisi sarana prasarana melalui portal SIMSarpras.

Kewajiban ini tidak bersifat opsional. Semua madrasah, baik negeri maupun swasta, harus melakukan pengisian data tanpa terkecuali. Pembaruan ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi riil di lapangan agar pemerintah dapat memetakan kebutuhan perbaikan, rehabilitasi, maupun pembangunan fasilitas baru. Tanpa data yang akurat, madrasah berisiko tidak masuk dalam skema bantuan atau program pengembangan.

Latar Belakang Pembaruan Data SIMSarpras

Perpanjangan masa pengisian data kondisi sarana prasarana dilakukan karena masih banyak madrasah yang belum memperbarui datanya secara lengkap. Padahal, data ini menjadi dasar dalam penentuan prioritas bantuan. Ketika kondisi di lapangan tidak sesuai dengan data sistem, maka proses penyaluran bantuan bisa meleset.

Melalui SIMSarpras, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap ruang kelas, ruang guru, laboratorium, serta fasilitas lainnya benar-benar tercatat sesuai kondisi nyata. Data ini juga menjadi bagian dari pemetaan mutu layanan pendidikan madrasah secara nasional.

Cara Masuk ke Portal SIMSarpras

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka browser dan mengakses alamat appmadrasah.g.id/simselp/login. Setelah halaman terbuka, tersedia dua metode login. Pertama menggunakan akun madrasah dengan username dan password NSM. Jika lupa, pengguna dapat menghubungi admin kabupaten atau kota. Metode kedua adalah melalui login SSOIS.

Baca Juga:  7 Cara Mengatasi Indeks Perubahan Terlalu Signifikan di Verval PD, 100% Berhasil

Setelah berhasil masuk, pengguna wajib memilih tahun anggaran 2026 agar data yang diperbarui masuk ke periode yang benar. Setelah itu, sistem akan menampilkan halaman utama dengan sekitar sepuluh menu isian yang harus dilengkapi secara bertahap.

Pengisian Identitas Madrasah

Menu pertama berisi identitas madrasah. Sebagian besar kolom telah terisi otomatis, namun masih ada data yang perlu dilengkapi secara manual, seperti titik koordinat dan tautan Google Maps. Untuk mengisinya, buka Google Maps, cari nama madrasah, lalu klik titik lokasi. Setelah itu, klik kanan untuk menyalin koordinat, lalu tempelkan ke kolom yang tersedia.

Untuk tautan Google Maps, gunakan fitur bagikan lokasi dan salin link. Link tersebut kemudian ditempelkan ke kolom yang sesuai di portal. Jika sudah selesai, klik tombol berikutnya untuk melanjutkan.

Mengisi Data Umum dan Lahan

Pada tahap ini, pengguna diminta mengisi data umum dan lahan. Luas tanah dapat dicek melalui sistem EMIS dengan membuka menu sarana prasarana, kemudian aset tetap dan memilih lahan. Informasi luas lahan, status tanah, serta data bangunan akan muncul di sana.

Data tersebut kemudian disalin ke portal SIMSarpras. Selain itu, madrasah juga diminta mengisi luas bangunan, tahun berdiri, daya listrik, sumber internet, serta tahun renovasi terakhir.

Update Data Ruangan

Menu berikutnya berisi daftar ruangan yang ada di madrasah. Hanya ruangan yang tersedia yang perlu diisi. Setiap ruangan diminta untuk dilaporkan kondisinya, apakah baik, rusak sedang, atau rusak berat. Data ini sangat penting karena akan menentukan tingkat urgensi perbaikan.

Baca Juga:  Cara Mengajukan TMT Guru dan Tendik di EMIS 4.0

Kerusakan Sarana Pendukung

Setelah ruangan, sistem meminta data tentang kerusakan sarana pendukung seperti meja, kursi, lemari, dan perlengkapan lainnya. Pengguna cukup mengisi jumlah barang yang mengalami kerusakan.

Kerusakan Peralatan dan Sarana Olahraga

Pada menu selanjutnya, pengguna melaporkan kerusakan perangkat seperti laptop, komputer, dan alat olahraga. Jumlah unit yang rusak perlu dicantumkan agar sistem dapat menghitung tingkat kebutuhan.

Kerusakan Teknis Bangunan

Bagian ini mencakup kerusakan struktural seperti dinding, lantai, atap, dan bagian bangunan lainnya. Pengguna diminta memilih bagian yang rusak sesuai kondisi nyata.

Penyebab dan Dampak Kerusakan

Setelah itu, pengguna diminta menentukan penyebab kerusakan, misalnya usia bangunan, lingkungan lembab, atau kualitas material. Selanjutnya, sistem juga menanyakan dampak kerusakan terhadap kegiatan belajar mengajar, seperti terganggunya proses KBM.

Penentuan Prioritas Penanganan

Pada tahap ini, madrasah menentukan tingkat prioritas penanganan, baik sedang maupun tinggi, serta skala kebutuhan perbaikan. Penilaian ini harus dilakukan secara jujur agar sesuai dengan kondisi lapangan.

Upload Foto Kondisi Madrasah

Tahap terakhir adalah mengunggah foto kondisi bangunan dan fasilitas. Jika terjadi error saat upload, pengguna dapat mencoba mengganti foto atau langsung menyelesaikan proses dan mengeceknya kembali nanti.

Kesimpulan

Pembaruan data sarana prasarana di portal SIMSarpras bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi pondasi penting dalam perencanaan pendidikan madrasah. Dengan mengisi data secara lengkap, akurat, dan jujur, madrasah berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Prosesnya memang cukup panjang, namun jika dilakukan dengan teliti, akan memberikan manfaat besar bagi keberlangsungan dan pengembangan madrasah ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button