Cara Mengatasi Invalid Jumlah Anggota Rombel di Dapodik 2026

Dalam aplikasi Dapodik 2026, pengelolaan data rombongan belajar (rombel) merupakan bagian penting dari pemutakhiran data peserta didik setiap awal tahun ajaran. Salah satu kendala umum yang kerap dialami operator sekolah adalah munculnya invalid karena jumlah anggota rombel melebihi batas maksimal.
Hal ini biasanya terjadi setelah adanya perubahan data siswa, seperti kelulusan atau mutasi, yang tidak langsung terdeteksi secara otomatis oleh sistem Dapodik.
Ketidaksesuaian jumlah siswa dalam rombel dengan batas daya tampung yang ditentukan oleh sistem, khususnya pada jenjang PAUD (TK, SPS, TPA), sering menimbulkan kebingungan. Misalnya, meskipun jumlah maksimal siswa TK adalah 22, sistem dapat memberikan peringatan invalid bahwa jumlah siswa melebihi batas, padahal secara manual hanya terdapat 22 siswa dalam rombel tersebut.
Cara Mengatasi Invalid Jumlah Anggota Rombel di Dapodik 2026
Berikut adalah langkah-langkah penanganan lengkap untuk mengatasi masalah invalid jumlah anggota rombel di Dapodik 2026:
1. Mengenali Masalah
Permasalahan biasanya muncul saat:
-
Telah membuat rombel dan memasukkan 22 siswa (batas maksimal TK/SPS).
-
Meluluskan salah satu siswa, sehingga jumlah siswa tinggal 21.
-
Menambahkan satu siswa baru agar jumlah kembali 22.
-
Namun, saat divalidasi, muncul peringatan bahwa jumlah siswa melebihi ketentuan (misalnya 23 siswa).
Masalah ini muncul karena sistem tidak menyegarkan data secara otomatis. Siswa yang telah diluluskan masih “terhitung” berada dalam rombel oleh sistem, meskipun secara visual tidak tampak.
2. Tips Pencegahan
Untuk mencegah terjadinya invalid:
-
Luluskan siswa terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke dalam rombel.
-
Jangan meluluskan siswa yang sudah berada dalam rombel aktif, karena sistem bisa tetap mencatatnya sebagai anggota rombel.
-
Cek terlebih dahulu informasi daya tampung di menu “Informasi Daya Tampung” agar mengetahui batas maksimal anggota rombel sesuai jenjang.
3. Solusi Jika Sudah Terjadi Invalid
Jika sudah terjadi invalid dan muncul pesan bahwa jumlah siswa melebihi batas, berikut langkah-langkah solusinya:
a. Keluarkan Seluruh Anggota Rombel
-
Masuk ke menu Rombongan Belajar > Reguler
-
Klik nama rombel yang bermasalah
-
Klik Anggota Rombel
-
Pilih seluruh siswa dalam rombel:
-
Klik satu nama siswa
-
Scroll ke bawah, tekan tombol Shift, klik siswa terakhir
-
Klik, tahan, geser ke kanan, lalu lepaskan
-
-
Klik siswa terakhir, kemudian pilih Keluarkan dari Rombel
b. Hapus Rombel
-
Setelah semua siswa dikeluarkan, kembali ke daftar rombel
-
Klik nama rombel
-
Klik tombol Hapus, lalu konfirmasi
-
Pastikan tidak ada pembelajaran yang masih tercatat. Jika ada, hapus terlebih dahulu sebelum menghapus rombel
c. Buat Rombel Baru
-
Klik Tambah
-
Isi data rombel seperti nama rombel, wali kelas, ruang kelas, dan kurikulum
-
Simpan rombel
d. Tambahkan Anggota Rombel Kembali
-
Klik rombel yang baru dibuat
-
Masuk ke menu Anggota Rombel
-
Urutkan nama siswa (Short Ascending)
-
Pilih sebanyak 22 siswa sesuai daya tampung
-
Tarik ke kolom anggota rombel dan lepaskan
-
Simpan
e. Validasi Data
-
Masuk ke menu Validasi Lokal
-
Klik Rombongan Belajar, lalu Refresh
-
Pastikan peringatan invalid telah hilang
4. Catatan Tambahan
-
Pada jenjang PAUD:
-
SPS: maksimal 18 siswa per rombel
-
TK/TPA: maksimal 22 siswa per rombel
-
-
Jika masih terdapat invalid meskipun jumlah siswa benar, coba lakukan:
-
Ctrl + F5 untuk refresh halaman
-
Clear history melalui Ctrl + Shift + Delete
-
-
Jika invalid tetap muncul setelah semua langkah dilakukan, kemungkinan besar masalah berasal dari sistem cache internal Dapodik yang belum menyegarkan data. Solusi permanennya menunggu pembaruan versi Dapodik berikutnya.
Baca Juga: Cara Membuat Rombel dan Menaikkan Kelas di Dapodik 2026
Kesimpulan
Masalah invalid jumlah anggota rombel di Dapodik 2026 bukan semata-mata karena kesalahan penginputan, namun juga dipengaruhi oleh keterbatasan sistem yang belum menyegarkan data secara otomatis setelah terjadi perubahan status siswa.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, operator sekolah dapat mengatasi masalah ini dengan efektif. Tips utama yang harus diingat adalah meluluskan siswa terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke dalam rombel. Langkah preventif ini akan membantu menghindari pekerjaan ulang dan menjaga validitas data sekolah.








