Aplikasi Dysearnings com (Dyson) Apakah Aman atau Scam/Penipuan?

Beberapa waktu terakhir, nama Dyson kembali ramai dibicarakan, bukan karena inovasi alat pengering rambut atau penyedot debu canggihnya, tetapi karena kemunculan aplikasi investasi bernama Dyson atau Dysearnings yang mengklaim bisa menghasilkan uang dengan mudah.

Menariknya, aplikasi ini membawa nama besar “Dyson” untuk menarik perhatian publik, terutama mereka yang sudah akrab dengan merek teknologi premium tersebut. Namun, apakah aplikasi ini benar-benar resmi milik perusahaan Dyson yang asli? Atau justru termasuk dalam kategori investasi bodong?

Berikut ulasan lengkap mengenai latar belakang, cara kerja, dan indikasi penipuan yang perlu diketahui sebelum kamu memutuskan untuk bergabung.

Sekilas Aplikasi Dyson/Dysearnings

Nama Dyson (https://www.dysearnings.com/) sendiri sudah dikenal luas di dunia teknologi. Perusahaan asal Inggris ini dikenal memproduksi perangkat rumah tangga berteknologi tinggi seperti vacuum cleaner, hair dryer, dan purifier. Namun, aplikasi bernama Dyson Investasi atau Dysearnings yang beredar di Indonesia tidak memiliki hubungan sama sekali dengan perusahaan resmi Dyson.

Aplikasi ini muncul dengan tampilan sederhana, menawarkan program investasi harian yang menjanjikan penghasilan tetap. Pengguna diminta untuk menyetor sejumlah uang atau “deposit” dengan iming-iming keuntungan harian hingga puluhan ribu rupiah. Beberapa promosi bahkan menyebutkan bahwa pengguna bisa menarik saldo setiap hari dan mendapatkan bonus pendaftaran sebesar Rp10.000.

Awalnya, situs resminya menggunakan domain dysslive.com, namun kini sudah tidak bisa diakses. Tak lama kemudian muncul situs baru dysearnings.com yang menawarkan skema serupa. Pergantian domain secara cepat ini sudah menjadi ciri khas skema ponzi digital atau investasi abal-abal yang mencoba menghindari pelacakan dari pihak berwenang maupun pemilik merek asli.

Baca Juga:  Aplikasi Bitnest Investasi Crypto Apakah Terbukti Membayar atau Penipuan?

Skema dan Cara Kerja yang Mencurigakan

Secara umum, cara kerja aplikasi Dysearnings ini sama seperti aplikasi ponzi lainnya. Setelah mendaftar, pengguna akan menerima bonus saldo yang terlihat menarik. Namun saldo tersebut tidak bisa ditarik karena nominal minimal penarikan lebih tinggi dari bonus yang diberikan. Artinya, pengguna dipaksa untuk melakukan deposit terlebih dahulu agar bisa “merasakan” hasil investasinya.

Contohnya, pengguna yang menyetor Rp300.000 dijanjikan pendapatan harian sekitar Rp79.000. Jika dihitung, itu berarti keuntungan lebih dari 25% dalam satu hari — angka yang tidak masuk akal dalam dunia investasi legal manapun. Skema seperti ini umumnya berjalan dengan cara memutar uang dari member baru untuk membayar member lama, bukan dari hasil investasi riil. Inilah ciri utama dari skema Ponzi.

Menariknya, aplikasi ini menampilkan bukti-bukti palsu berupa tangkapan layar penarikan dana atau testimoni pengguna yang “sukses” mendapatkan keuntungan. Taktik semacam ini digunakan untuk membangun kepercayaan calon korban, padahal bukti-bukti tersebut sering kali hasil editan atau manipulasi.

Indikasi Kuat Bahwa Dysearnings Adalah Penipuan

Ada beberapa alasan kuat mengapa aplikasi Dyson Investasi alias Dysearnings tergolong berisiko tinggi dan diduga kuat sebagai penipuan online:

  1. Menggunakan Nama Merek Terkenal Tanpa Izin
    Dyson sebagai perusahaan resmi tidak pernah merilis aplikasi investasi atau penghasil uang. Penggunaan nama besar ini adalah bentuk pencatutan untuk menarik perhatian publik.
  2. Sering Gonta-ganti Domain dan Nama Website
    Situs resmi mereka berubah dari dysslive.com menjadi dysearnings.com. Perubahan domain yang cepat ini menjadi tanda klasik dari platform investasi bodong yang berusaha menghindari pelaporan atau pemblokiran.
  3. Janji Keuntungan Tidak Masuk Akal
    Tidak ada lembaga keuangan legal yang berani menjanjikan keuntungan harian tetap dengan persentase besar. Jika ada, hampir pasti itu jebakan.
  4. Tidak Terdaftar di OJK
    Setelah ditelusuri, aplikasi atau situs Dysearnings tidak masuk dalam daftar entitas berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Artinya, semua kegiatan pengumpulan dana dan penawaran investasi melalui aplikasi ini adalah ilegal.
  5. Bonus Palsu dan Strategi Pancingan
    Tawaran bonus Rp10.000 atau saldo pendaftaran hanyalah strategi untuk mendorong pengguna agar segera deposit. Tanpa deposit, saldo bonus itu sama sekali tidak bisa digunakan.
Baca Juga:  AICV Kripto Apakah Aplikasi Investasi Ini Menghasilkan Uang? Cek Fakta

Analisis dan Bahaya Bagi Pengguna Awam

Aplikasi seperti Dysearnings sangat berbahaya bagi masyarakat awam karena tampilannya dibuat semirip mungkin dengan aplikasi keuangan resmi. Mereka memanfaatkan psikologi pengguna yang tergiur dengan kata “cuan cepat”. Setelah melakukan deposit, banyak pengguna yang akhirnya tidak bisa menarik uang mereka kembali. Beberapa bahkan melaporkan bahwa akun mereka diblokir setelah mencoba melakukan penarikan.

Selain itu, sistem komisi referral yang ditawarkan juga menjerumuskan. Setiap kali pengguna berhasil mengajak orang lain bergabung, ia akan mendapat bonus tambahan. Pola ini memperkuat dugaan bahwa Dysearnings menganut skema piramida, di mana keuntungan diperoleh bukan dari investasi, melainkan dari rekrutmen anggota baru.

BACA JUGA> Berhasil Cair 9 Juta! Modal WhatsApp X WaIDN, Ini Caranya!

Kesimpulan

Dari berbagai bukti yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa Dysearnings atau Dyson Investasi bukanlah aplikasi resmi dari perusahaan Dyson dan sangat kuat indikasinya sebagai skema ponzi atau penipuan online. Pergantian domain yang cepat, janji keuntungan besar tanpa risiko, serta bonus palsu menjadi bukti nyata bahwa platform ini tidak aman.

Bagi masyarakat, sebaiknya hindari aplikasi semacam ini dan jangan tergiur dengan janji penghasilan harian. Selalu pastikan aplikasi investasi yang kamu gunakan sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Ingat, investasi yang aman tidak pernah menjanjikan keuntungan instan, apalagi harian. Bijaklah sebelum mengeluarkan uang, karena tidak ada cara cepat menjadi kaya tanpa risiko di dunia nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button