Alur Lengkap TKA 2026 dari Awal hingga Akhir yang Wajib Dipahami Sekolah

Pelaksanaan TKA 2026 menjadi salah satu agenda penting di dunia pendidikan Indonesia. Tes ini bukan sekadar evaluasi biasa, tetapi juga menjadi penentu mutu pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Karena itu, sekolah, terutama operator dan proktor, perlu memahami alur TKA dari tahap awal hingga keluarnya hasil akhir. Kesalahan kecil dalam proses administrasi bisa berdampak besar pada kelancaran ujian.
Banyak operator baru yang masih bingung harus mulai dari mana, apa yang dikerjakan lebih dulu, serta dokumen apa saja yang harus disiapkan. Oleh karena itu, pemahaman tentang alur lengkap TKA 2026 sangat penting agar setiap tahap dapat dijalankan sesuai jadwal dan tidak tertinggal.
Latar Belakang Pelaksanaan TKA 2026
TKA diselenggarakan sebagai bentuk evaluasi capaian akademik siswa secara nasional dengan sistem berbasis komputer. Berbeda dari ujian konvensional, TKA mengandalkan platform daring yang terintegrasi dengan data sekolah, siswa, serta pengawas. Seluruh prosesnya berjalan melalui sistem terpusat yang saling terhubung antara sekolah, dinas, dan pusat.
Karena menggunakan sistem digital, setiap tahapan TKA memiliki batas waktu yang ketat. Sekolah tidak bisa menunda proses, sebab jika terlambat satu tahap, maka tahap berikutnya otomatis terhambat. Inilah alasan mengapa operator dan proktor wajib memahami urutan kerja sejak awal.
Tanggal Penting yang Tidak Boleh Terlewat
Tahap awal TKA dimulai dengan impor data calon peserta. Proses ini biasanya berlangsung hingga akhir Februari. Setelah tanggal penutupan, data tidak lagi dapat diubah. Pada rentang waktu yang sama, sekolah juga harus melakukan pendaftaran peserta melalui sistem.
Setelah itu, dinas akan menerbitkan DNS atau Daftar Nominasi Sementara. DNS tidak diunduh langsung dari sistem oleh sekolah, melainkan diberikan oleh dinas melalui jalur resmi. DNS yang diterima harus dicetak, ditandatangani siswa, lalu diunggah kembali ke sistem TKA.
Tahap berikutnya adalah penomoran peserta dan penerbitan DNT atau Daftar Nominasi Tetap. Setelah DNT terbit, sekolah dapat mencetak dan mendistribusikan kartu peserta. Semua proses ini idealnya selesai sebelum awal Maret agar sekolah bisa fokus ke tahap teknis.
Rangkaian Alur TKA dari Awal hingga Akhir
Proses TKA dimulai dengan pengisian data infrastruktur dan unggah surat kesiapan sekolah. Selanjutnya, sekolah melakukan impor data peserta setelah sinkronisasi dapodik. Setelah itu, peserta didaftarkan di sistem TKA, kemudian dilanjutkan dengan unggah foto siswa.
Tahap berikutnya adalah pengisian data pengawas. Setelah itu, sekolah menerima DNS dari dinas, mencetaknya, meminta tanda tangan siswa, dan mengunggah kembali ke sistem. Setelah DNS tervalidasi, akan terbit DNT yang menjadi dasar penetapan peserta tetap.
Nomor peserta kemudian digenerasi oleh pusat dan bisa dicek melalui sistem. Sekolah juga harus menambahkan data komputer proktor sebagai perangkat resmi pelaksana TKA.
Setelah semua administrasi beres, sekolah melaksanakan simulasi. Pada tahap ini belum ada pengaturan sesi maupun gelombang. Pengaturan tersebut baru dilakukan setelah simulasi selesai, menjelang gladi bersih.
Setelah gladi dan TKA utama dilaksanakan, sekolah tinggal menunggu DKH TKA atau daftar kolektif hasil. Hasil tersebut harus divalidasi terlebih dahulu. Jika sudah benar, maka akan terbit SH TKA sebagai dokumen resmi.
Tugas Proktor pada Setiap Tahapan
Pada tahap persiapan, proktor bertugas mengisi data infrastruktur, mengimpor peserta, mencetak surat pendaftaran, melakukan pendaftaran, serta mengunggah foto siswa.
Saat simulasi, proktor harus mengunduh dan menginstal aplikasi pendukung seperti browser dan Exam Client, mengunduh kartu simulasi, serta memastikan perangkat siap digunakan.
Pada gladi, proktor mengatur sesi dan gelombang, mengunduh kartu peserta, melaksanakan gladi, serta mengisi dan mengunggah fakta integritas, daftar hadir, dan data pengawas.
Untuk TKA utama, proktor kembali mengunduh kartu peserta, memastikan pelaksanaan berjalan lancar, serta mengunggah seluruh dokumen pelaksanaan seperti daftar hadir dan berita acara.
Perbedaan Simulasi, Gladi, dan TKA Utama
Simulasi tidak menggunakan data siswa asli dan tidak memiliki sesi atau gelombang. Gladi sudah melibatkan siswa, memiliki pengaturan sesi, serta menggunakan kartu peserta dan kartu login. Sedangkan TKA utama merupakan tahap resmi yang diawasi silang oleh sekolah lain dan dilengkapi sesi Zoom pengawasan.
Pilihan Mode Online dan Semi Online
Sekolah dapat memilih mode online atau semi online. Mode online lebih sederhana karena hanya membutuhkan koneksi internet. Mode semi online memerlukan sinkronisasi dan pengaturan tambahan, sehingga lebih kompleks dalam pelaksanaannya.
Kesimpulan
Alur TKA 2026 terdiri dari rangkaian panjang yang saling berkaitan. Setiap tahap harus diselesaikan tepat waktu agar tidak mengganggu proses berikutnya. Dengan memahami alur dari awal hingga akhir, operator dan proktor dapat menjalankan tugasnya dengan lebih percaya diri. Kunci keberhasilan TKA bukan hanya pada siswa, tetapi juga pada kesiapan sekolah dalam menjalankan setiap prosedur secara tertib dan sistematis.








