Cara Mengatasi Siswa di RDM Hosting Tidak Bisa Sinkron ke EMIS dan Verval PD, Ini Solusi Lengkapnya

Dalam beberapa waktu terakhir, banyak operator madrasah mengeluhkan kendala pada RDM versi hosting yang tidak bisa melakukan sinkronisasi data siswa ke EMIS maupun Verval PD. Keluhan ini muncul terutama saat mendekati masa pengiriman nilai, di mana status siswa masih ditandai silang merah sehingga nilai tidak dapat dikirim.
Masalah ini cukup membingungkan karena pada sisi operator, data siswa sudah dirasa lengkap dan tahun ajaran yang dipilih pun sudah sesuai. Namun saat dilakukan sinkron EMIS atau Verval PD, sistem tetap menolak dengan berbagai notifikasi error. Kondisi ini banyak dialami madrasah yang menggunakan RDM berbasis hosting, baik hosting pihak ketiga maupun hosting mandiri.
Sekilas Tentang RDM Hosting, EMIS, dan Verval PD
RDM atau Rapor Digital Madrasah merupakan sistem resmi yang digunakan untuk pengolahan dan pengiriman nilai siswa madrasah. Data RDM terhubung langsung dengan EMIS sebagai basis data utama dan Verval PD sebagai sistem validasi peserta didik.
Pada RDM versi hosting, seluruh database disimpan di server tertentu. Jika server tidak memenuhi ketentuan atau terjadi ketidaksinkronan data, maka proses sinkron ke EMIS dan Verval PD bisa gagal, meskipun data secara tampilan terlihat lengkap.
Penyebab Umum Siswa Tidak Bisa Sinkron ke EMIS dan Verval PD
Beberapa penyebab yang sering terjadi antara lain login menggunakan tahun ajaran yang tidak sesuai dengan tahun ajaran aktif di RDM, data siswa hasil input manual yang tidak identik dengan data EMIS, hingga penggunaan server hosting luar negeri yang dibatasi akses sinkronisasinya.
Selain itu, siswa yang sudah berstatus alumni juga kerap memunculkan silang merah karena secara kelembagaan sudah berbeda. Hal ini sering terjadi pada siswa kelas akhir yang sudah lulus namun datanya masih terbawa di RDM tahun berjalan.
Tutorial Mengatasi Siswa Tidak Bisa Sinkron di RDM Hosting
-
Buka browser dan akses alamat RDM hosting milik madrasah, lalu login menggunakan username dan password yang benar.
-
Pastikan memilih tahun ajaran dan semester yang sama dengan tahun ajaran aktif di RDM. Kesalahan memilih tahun ajaran sering menjadi penyebab utama gagal sinkron.
-
Masuk ke menu siswa, lalu pilih kelas yang bermasalah. Perhatikan tanda silang merah pada kolom status EMIS atau Verval PD.
-
Klik tombol sinkron EMIS dan tunggu proses verifikasi. Jika muncul notifikasi gagal karena perbedaan tahun ajaran, maka RDM hosting kemungkinan tidak dapat melanjutkan sinkronisasi.
-
Jika hosting menggunakan server luar negeri, segera koordinasikan dengan penyedia hosting untuk meminta backup database RDM.
-
Unduh dan instal RDM versi Installer dari portal resmi madrasah, lalu pasang di komputer lokal.
-
Buka RDM Installer melalui browser dengan alamat localhost dan lakukan registrasi akun.
-
Impor database hasil backup dari RDM hosting ke RDM Installer agar seluruh data siswa berpindah ke versi lokal.
-
Setelah berhasil login ke RDM Installer, masuk ke menu siswa dan cek kembali status data.
-
Perbaiki data siswa yang masih silang merah dengan mencocokkan NISN, nama, tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, dan data keluarga agar sama persis dengan EMIS.
-
Lakukan sinkron EMIS dan Verval PD ulang hingga status berubah menjadi hijau.
Penanganan Khusus Siswa Alumni dan Data Silang Merah
Untuk siswa yang sudah lulus, sinkronisasi EMIS memang tidak perlu dilakukan. Nilai siswa alumni tidak wajib dikirim pada tahun ajaran berjalan. Fokuskan perbaikan hanya pada siswa aktif yang masih berada di lembaga saat ini.
Jika masih terdapat siswa silang merah akibat belum memiliki NISN, maka data tersebut harus diperbaiki terlebih dahulu di Verval PD sebelum dilakukan sinkron ulang di RDM.
Kesimpulan
Masalah RDM hosting tidak bisa sinkron ke EMIS dan Verval PD umumnya bukan kesalahan operator, melainkan kendala teknis pada server dan kesesuaian data. Solusi paling efektif adalah memindahkan data dari RDM hosting ke RDM Installer, lalu melakukan sinkronisasi ulang dengan data yang sudah divalidasi.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas secara runtut, proses sinkronisasi dapat kembali berjalan normal dan pengiriman nilai bisa dilakukan tanpa hambatan.








