Cara Login SIMTUN Info GTK Terbaru, Apakah Guru Bisa Update Data Sendiri?

Banyak guru yang baru menerima Nomor Registrasi Guru atau NRG merasa lega karena satu tahapan penting telah terlewati. Namun rasa lega itu sering berubah menjadi kebingungan ketika membuka Info GTK dan mendapati status kelulusan sertifikasi masih tertulis belum valid. Keterangan yang muncul pun cukup membingungkan, seperti data naungan aktif tidak sama dengan SIMTUN, atau perbedaan nama dan tanggal lahir antara Info GTK dan SIMTUN.
Kondisi ini memicu pertanyaan besar di kalangan guru, apakah bisa login ke SIMTUN secara mandiri untuk memperbaiki data agar tunjangan profesi guru dapat segera diproses.
Memahami Posisi SIMTUN dalam Sistem Info GTK
SIMTUN merupakan sistem yang digunakan untuk mengelola data tunjangan profesi guru. Sistem ini bekerja setelah NRG diterbitkan dan divalidasi oleh pusat. Artinya, SIMTUN bukan tempat penerbitan NRG, melainkan sistem lanjutan yang menjadikan NRG sebagai acuan utama pencairan tunjangan.
Ketika Info GTK menampilkan keterangan data tidak sama dengan SIMTUN, itu berarti sistem sedang membandingkan data sertifikasi dengan data tunjangan. Jika ditemukan perbedaan, maka status validasi otomatis tertahan.
Penyebab Data SIMTUN dan Info GTK Tidak Sama
Perbedaan data biasanya bukan disebabkan kesalahan guru saat ini, melainkan berasal dari riwayat data sebelumnya. Contohnya perubahan naungan sekolah, perbedaan penulisan nama, atau pembaruan identitas kependudukan yang belum sepenuhnya sinkron.
Selain itu, untuk lulusan PPG terbaru, data NRG memang masih dalam proses validasi pusat. Pada fase ini, data SIMTUN sering kali belum terisi sempurna sehingga muncul keterangan belum valid.
Cara Login SIMTUN Info GTK yang Perlu Diketahui
Secara teknis, halaman SIMTUN dapat diakses melalui laman resmi: https://simtun.gtk.dikdasmen.go.id/login
Proses login dilakukan dengan memasukkan username dan password, kemudian mencentang verifikasi keamanan sebelum masuk ke sistem.
Jika lupa kata sandi, tersedia fitur reset password dengan memasukkan username dan melakukan verifikasi. Sistem akan mengirimkan tautan pengaturan ulang sandi ke email yang terdaftar.
Namun, perlu dipahami bahwa akses login SIMTUN tidak diperuntukkan bagi semua guru.
Apakah Guru Bisa Mengubah Data di SIMTUN?
Inilah poin terpenting yang sering disalahpahami. Meskipun halaman SIMTUN bisa dibuka, guru pada umumnya tidak memiliki kewenangan untuk mengubah data secara langsung. Akses penuh SIMTUN berada di tangan operator dinas pendidikan yang khusus menangani sertifikasi dan tunjangan.
Operator sekolah juga tidak memiliki hak untuk memperbaiki data di SIMTUN. Peran sekolah hanya sebatas pengelolaan Dapodik dan administrasi internal.
Jika guru menemukan data yang tidak sesuai, langkah yang tepat bukanlah mencoba login sendiri, melainkan melaporkan permasalahan tersebut melalui jalur resmi.
Langkah yang Harus Dilakukan Jika Data Tidak Sesuai
Guru sebaiknya memastikan terlebih dahulu bahwa data di Dapodik sudah benar dan konsisten, terutama nama, tanggal lahir, dan naungan sekolah. Jika Dapodik sudah sesuai, guru dapat menyampaikan laporan kepada operator dinas pendidikan setempat.
Biasanya dinas akan melakukan pengecekan dan, jika diperlukan, mengajukan perbaikan data di SIMTUN melalui mekanisme internal. Proses ini memang membutuhkan waktu karena melalui tahapan verifikasi.
Menunggu Validasi Pusat sebagai Kunci Utama
Untuk guru lulusan PPG terbaru, status belum valid sering kali bukan kesalahan data, melainkan karena proses validasi pusat belum selesai. Dalam kondisi ini, guru tidak perlu melakukan apa pun selain memastikan data dasar tetap konsisten.
Begitu proses validasi selesai, data SIMTUN akan terisi otomatis dan status Info GTK akan berubah menjadi valid.
BACA JUGA: Apa Itu SIMTUN di Info GTK? Penjelasan Lengkap untuk Guru Baru Lulus PPG
Kesimpulan
Login SIMTUN Info GTK memang tersedia, namun tidak semua pengguna memiliki hak akses penuh. Guru tidak dapat mengubah data SIMTUN secara mandiri. Jika terdapat ketidaksesuaian data, solusi terbaik adalah memastikan Dapodik benar dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan. Kesabaran menjadi kunci, terutama bagi lulusan PPG baru yang masih menunggu validasi pusat.








