Seluruh Member NWS Sport Gagal Lakukan Penarikan, Adakah Solusinya?

Dalam beberapa bulan terakhir, nama NWS Sport mencuat di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, Telegram, hingga YouTube. Aplikasi ini mengklaim diri sebagai wadah investasi digital dengan janji imbal hasil tinggi dalam waktu singkat.
Banyak orang tergiur karena setiap pengguna dijanjikan bonus harian, serta tambahan komisi jika berhasil mengajak anggota baru bergabung. Sistemnya dibuat seolah profesional, dengan istilah “manajer investasi” dan “tim kerja,” padahal konsep yang digunakan tak jauh berbeda dari skema Ponzi klasik.
Namun belakangan, muncul kabar mengejutkan: seluruh member gagal melakukan penarikan dana (withdrawal). Tidak hanya itu, situs dan aplikasi NWS Sport pun sudah resmi diblokir oleh Kominfo karena dinyatakan ilegal dan merugikan banyak pihak di Indonesia.
Awal Mula Dugaan Penipuan di Balik Aplikasi NWS Sport
Banyak pengguna mulai curiga saat proses penarikan dana yang sebelumnya lancar tiba-tiba macet tanpa kejelasan. Beberapa akun bahkan diblokir tanpa alasan. Dari laporan di media sosial, sebagian besar korban mengaku sudah tidak bisa mengakses saldo mereka sama sekali.
Menariknya, ada juga kelompok pengguna yang masih sempat menerima pembayaran kecil dari manajer mereka. Hal ini menimbulkan kesan bahwa sistem masih berjalan normal, padahal itu hanyalah taktik untuk mempertahankan kepercayaan korban lama sambil menarik korban baru.
Dari sisi pola kerja, NWS Sport menggunakan sistem “per manajer,” di mana setiap manajer mengelola kelompok investor masing-masing. Namun kenyataannya, tidak ada aktivitas investasi nyata di balik sistem tersebut. Dana dari anggota baru digunakan untuk membayar anggota lama, hingga akhirnya kehabisan aliran dana dan sistem kolaps.
Bonus Fantastis yang Tidak Masuk Akal
Salah satu ciri paling mencolok dari NWS Sport adalah janji keuntungan dan bonus yang berlebihan. Beberapa pengguna mengaku ditawari keuntungan hingga puluhan juta rupiah hanya dari modal Rp10 juta, bahkan ada yang dijanjikan hadiah berupa motor dan gadget mewah.
Selain itu, promosi dilakukan masif melalui grup Facebook dan Telegram. Para admin dan manajer sering memamerkan bukti penarikan palsu untuk meyakinkan calon investor bahwa aplikasi ini benar-benar membayar.
Padahal, seperti yang sering terjadi pada kasus serupa, bukti tersebut hanyalah hasil manipulasi atau pencairan dari dana investor baru, bukan hasil investasi yang sebenarnya.
Kominfo Turun Tangan: Situs Diblokir, Aktivitas Dihentikan
Setelah maraknya laporan masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya mengambil langkah tegas. Situs resmi NWSS.com dan aplikasi NWS Sport resmi diblokir secara nasional karena tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Dengan demikian, seluruh aktivitas investasi dan transaksi di dalam aplikasi tersebut dinyatakan ilegal. Kominfo juga mengimbau agar masyarakat tidak lagi mengakses, membagikan, atau mempercayai tautan yang berkaitan dengan NWS Sport.
Meskipun sudah diblokir, beberapa laporan menyebutkan bahwa pihak pengelola masih aktif di grup tertutup. Mereka berupaya menenangkan para investor agar tetap menunggu “pembayaran tahap akhir”, padahal itu hanya strategi agar korban tidak segera membuat laporan hukum.
Korban Terbanyak Berasal dari Daerah
Dari berbagai laporan di lapangan, kasus NWS Sport paling banyak terjadi di wilayah Kebumen, Jawa Tengah, serta beberapa daerah lain di Jawa dan Sumatera.
Banyak korban mengaku tertipu karena kurangnya literasi keuangan dan mudah percaya pada testimoni palsu di media sosial. Menariknya, beberapa promosi dilakukan secara lokal dengan mencatut nama warga sekitar untuk membuat calon korban semakin yakin.
Kasus ini menunjukkan bahwa pelaku penipuan digital kini semakin cerdas, dengan strategi menyasar wilayah yang tingkat kesadarannya terhadap investasi digital masih rendah.
Ciri-Ciri Aplikasi Investasi Ilegal Seperti NWS Sport
Agar masyarakat tidak lagi terjebak dalam kasus serupa, berikut beberapa ciri investasi digital yang patut diwaspadai:
- Menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko.
- Tidak memiliki izin resmi dari OJK atau lembaga keuangan berwenang.
- Sistemnya bergantung pada perekrutan anggota baru.
- Tidak ada produk nyata atau aset investasi yang jelas.
- Sulit menarik dana, atau penarikan selalu ditunda tanpa alasan pasti.
Jika menemukan aplikasi dengan pola seperti ini, sebaiknya segera hentikan aktivitas dan laporkan ke pihak berwenang sebelum menimbulkan kerugian lebih besar.
Apakah Masih Ada Solusi untuk Member NWS Sport?
Sayangnya, hingga saat ini tidak ada solusi resmi bagi korban NWS Sport untuk mendapatkan kembali uang mereka. Karena platform ini tidak terdaftar secara legal, proses pengembalian dana tidak bisa difasilitasi oleh lembaga keuangan mana pun.
Langkah yang bisa dilakukan hanyalah melapor ke kepolisian dengan membawa bukti transaksi dan komunikasi dengan pihak manajer. Selain itu, korban juga disarankan tidak lagi mengirimkan uang atau mengikuti instruksi apa pun dari pihak yang mengaku manajemen NWS, karena besar kemungkinan itu hanyalah kelanjutan dari modus penipuan.
BACA JUGA: NW Sports Investasi Sudah SCAM Penipuan! NWS Diblokir Kominfo
Kesimpulan
Kasus NWS Sport menjadi contoh nyata bagaimana skema investasi digital bodong masih bisa menjebak banyak orang di era teknologi canggih. Dengan iming-iming keuntungan besar, tampilan aplikasi modern, dan strategi promosi meyakinkan, ribuan orang terperdaya hingga akhirnya kehilangan dana mereka.
Kini setelah Kominfo resmi memblokir situs dan aplikasinya, masyarakat diimbau untuk tidak lagi menggunakan NWS Sport dalam bentuk apa pun.
Pelajaran penting dari kasus ini: investasi yang sehat tidak pernah menjanjikan keuntungan cepat dan besar tanpa risiko.
Tingkatkan literasi finansial, periksa legalitas platform di situs resmi OJK atau Bappebti, dan selalu curigai jika ada aplikasi yang menjanjikan “uang mudah” tanpa usaha nyata.





