Apakah Aplikasi IBVM WALLET Aman Untuk Investasi? Cek Fakta Sebenarnya

Dalam beberapa bulan terakhir, nama IBVM Wallet ramai dibicarakan di berbagai grup Telegram dan media sosial. Aplikasi ini diklaim sebagai dompet digital yang terhubung dengan proyek blockchain, bahkan disebut-sebut sebagai “Layer 2 Bitcoin”. Tidak sedikit yang tergiur dengan iming-iming airdrop, bonus harian, hingga potensi keuntungan besar hanya dengan melakukan deposit.

Cara Kerja IBVM Wallet

Berdasarkan penelusuran, IBVM Wallet beroperasi melalui bot Telegram. Pengguna diarahkan untuk mengklik tautan, mengerjakan task seperti follow media sosial, memberikan rating aplikasi, hingga mengundang teman. Dari sini, mereka akan mendapatkan status airdrop eligible.

Selain itu, ada sistem daily reward (hadiah harian) yang bisa diklaim setiap hari. Agar bisa menarik (withdraw) hasil, pengguna diwajibkan mendaftar aplikasi ini di Play Store, membuat akun, lalu menempelkan alamat wallet ke bot Telegram.

IBVM Wallet juga menyediakan sistem referal, di mana pengguna akan mendapatkan komisi jika berhasil mengajak orang lain bergabung dan melakukan deposit. Skema seperti ini mirip dengan pola member-get-member yang sering ditemui pada investasi berisiko tinggi.

Apakah IBVM Wallet Legal dan Terdaftar di OJK?

Sampai saat ini, IBVM Wallet tidak terdaftar dan tidak memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Artinya, aplikasi ini tidak diakui secara hukum di Indonesia sebagai instrumen investasi yang sah.

Ketika sebuah platform menghimpun dana masyarakat tanpa izin OJK, maka besar kemungkinan itu masuk dalam kategori investasi ilegal. OJK sendiri berulang kali mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap aplikasi serupa yang menawarkan keuntungan cepat tanpa dasar usaha yang jelas.

Baca Juga:  Review Aplikasi Ev Global Vip Apk Investasi Baru Rilis, Apakah Aman atau Penipuan?

Benarkah IBVM Wallet Terbukti Membayar?

Beberapa pengguna mungkin melaporkan bahwa mereka berhasil melakukan penarikan (withdraw) di awal. Namun, pola ini sangat umum dalam skema ponzi. Di fase awal, sebagian kecil pengguna memang dibayar menggunakan uang deposit dari member baru, dengan tujuan membangun kepercayaan dan menarik lebih banyak korban.

Seiring waktu, ketika jumlah pengguna baru berkurang dan aliran dana tidak lagi lancar, aplikasi seperti ini biasanya menghentikan pembayaran, lalu menghilang (scam). Pada titik inilah banyak korban yang akan mengalami kerugian besar.

Indikasi Skema Ponzi di IBVM Wallet

Ada beberapa ciri khas yang menunjukkan IBVM Wallet cenderung mengarah pada skema ponzi, di antaranya:

  1. Mengandalkan Deposit Member – tidak ada penjelasan jelas dari mana keuntungan sebenarnya berasal selain dari setoran pengguna.

  2. Sistem Referal – semakin banyak mengajak orang, semakin besar komisi yang diterima, persis seperti pola piramida.

  3. Janji Profit Tanpa Risiko – keuntungan dijanjikan secara instan tanpa aktivitas usaha nyata.

  4. Tidak Diawasi OJK – hingga kini tidak ada legalitas resmi di Indonesia.

  5. Potensi Scam Sewaktu-waktu – aplikasi semacam ini biasanya bertahan hanya selama arus dana masuk masih lancar.

Penutup

Berdasarkan fakta yang ada, IBVM Wallet tidak aman untuk dijadikan tempat investasi. Aplikasi ini tidak memiliki izin dari OJK, tidak memiliki dasar usaha yang jelas, dan cenderung menggunakan pola skema ponzi dengan mengandalkan deposit serta sistem referal.

Baca Juga:  Aplikasi Rappwork com Apakah Aman untuk Investasi Jangka Panjang? Cek Disini

Meskipun di awal mungkin ada laporan berhasil withdraw, pembayaran tersebut berasal dari uang member baru, bukan dari keuntungan riil. Pada akhirnya, pengguna yang bergabung belakanganlah yang akan menanggung kerugian paling besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button