2 Cara Tarik Siswa Baru Dari Emis (RA, MI, MTS), Ops Pahami Ini Dulu

Setiap awal tahun ajaran, operator sekolah (OPS) disibukkan dengan proses penambahan peserta didik baru. Salah satu tantangan yang sering muncul adalah ketika siswa baru berasal dari satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, seperti RA, MI, dan MTS, yang datanya tercatat di sistem EMIS (Education Management Information System). Integrasi antara EMIS dan Dapodik tidak selalu berjalan mulus.

Akibatnya, proses tarik siswa baru dari EMIS kerap menimbulkan kebingungan. Artikel ini akan membahas dua cara utama yang dapat dilakukan oleh OPS untuk menarik siswa dari EMIS ke Dapodik.

Memahami Jenis Sekolah EMIS

Sebelum memahami prosedurnya, penting diketahui bahwa:

Dalam konteks penambahan siswa baru di Dapodik, umumnya hanya akan berurusan dengan siswa dari RA, MI, atau MTS, bukan MA, kecuali dalam kasus mutasi.

2 Cara Tarik Siswa Baru Dari Emis (Ra, Mi, Mts)

Siswa dari EMIS dapat masuk ke Dapodik melalui dua jalur:

  1. Tarik siswa baru: untuk siswa yang baru lulus dari RA/MI/MTS dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

  2. Mutasi siswa: untuk siswa yang berpindah sekolah dari madrasah ke sekolah umum.

Baca Juga:  6 Cara Mengatasi Gagal Simpan Data Internet Di Dapodik 2026b, Ternyata Ini Solusi Paling Ampuh

Keduanya memiliki prosedur yang berbeda, sehingga OPS perlu memahami jalur mana yang sesuai dengan kasus masing-masing.

1. Tarik Otomatis Via Menu Emis Di Aplikasi Dapodik

Cara ini digunakan untuk siswa baru yang lulus dari RA, MI, atau MTS.

Langkah-langkah:

  1. Masuk ke aplikasi Dapodik.

  2. Pilih menu PD Baru, kemudian pilih EMIS.

  3. Tunggu data provinsi, kabupaten/kota, dan nama sekolah asal muncul.

  4. Pilih nama sekolah asal siswa dari EMIS.

  5. Klik Tampilkan, lalu cari nama siswa yang akan ditarik.

  6. Jika nama siswa muncul, klik Pilih dan lanjutkan proses pendaftaran seperti biasa.

Catatan Penting:

  • Jika nama siswa atau sekolah tidak muncul, bisa jadi karena:

    • Siswa belum diluluskan oleh operator madrasah asal (karena EMIS tidak melakukan kelulusan otomatis).

    • Gangguan server (hal yang sering terjadi terutama saat jam padat).

    • Data siswa belum sinkron sepenuhnya di sistem pusat.

Jika data belum muncul, OPS harus bersabar menunggu hingga server stabil atau menunggu madrasah asal menyelesaikan proses kelulusan.

 2. Input Manual (Khusus Untuk Kasus Terkendala)

Jika cara tarik otomatis gagal dan waktu semakin mepet, maka input manual bisa menjadi opsi alternatif. Namun, cara ini berisiko tinggi dan perlu persetujuan dinas.

Langkah-langkah:

  1. Untuk jenjang SD, input manual bisa dilakukan langsung di aplikasi Dapodik.

  2. Untuk SMP/SMA/SMK, input manual hanya bisa dilakukan melalui SP Data pada menu Non Dapodik atau EMIS.

  3. Lengkapi semua data siswa sesuai data asli dari EMIS (hindari kesalahan ketik).

  4. Setelah diinput, lakukan pengajuan dan minta persetujuan dinas.

  5. Pantau progres di menu Rekap Siswa Baru Non Dapodik.

  6. Setelah disetujui, lakukan proses tarik data seperti biasa.

Risiko dan Solusi Input Manual

Risiko Solusi
Harus menunggu persetujuan dinas Datang langsung ke dinas untuk percepatan
Kemungkinan data ganda Ajukan merge data ke dinas (jika siswa EMIS sudah diluluskan)
Potensi kesalahan ketik Cek ulang data secara teliti sebelum diajukan
Server lambat atau tidak stabil Lakukan proses di luar jam sibuk

Namun, proses merge data atau persetujuan kadang bisa memakan waktu lama, bahkan tidak menjamin selesai sebelum batas akhir 31 Agustus 2025.

Baca Juga:  Solusi Tidak Bisa Login Akun Verval Dan Dapodik Karena Masalah Kode Otp

Kesimpulan

Menarik siswa dari EMIS ke Dapodik memang bukan proses yang sederhana, terutama karena perbedaan sistem dan status kelulusan siswa. Operator sekolah dituntut untuk memahami alurnya agar tidak terjebak pada kebingungan saat server bermasalah atau data siswa tidak muncul.

Dua cara yang dapat dilakukan adalah tarik otomatis melalui menu EMIS dan input manual melalui SP Data. Namun, input manual harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena berisiko tinggi dan memerlukan intervensi dinas.

Dengan memahami prosedur ini, OPS diharapkan bisa lebih tenang dan siap mengambil langkah yang tepat sesuai situasi. Tetap semangat dan sabar dalam menghadapi tantangan Dapodik, karena tugas ini bukan hanya teknis, tapi juga sangat strategis untuk keberlangsungan administrasi pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button