Aplikasi DRAVENG Investasi Apakah Aman? Ini Fakta Sebenarnya

Belakangan ini, sebuah aplikasi bernama Draveng Naga atau dikenal juga sebagai Drapeng tengah ramai diperbincangkan di media sosial sebagai aplikasi penghasil uang dengan sistem investasi. Banyak pengguna tergiur oleh iming-iming keuntungan cepat hanya dengan melakukan deposit dan merekrut anggota baru. Namun, di balik janji manis tersebut, ada banyak indikasi kuat bahwa aplikasi ini hanyalah skema ponzi berkedok investasi.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan objektif mengenai fakta-fakta yang perlu kamu ketahui sebelum mempertaruhkan uang dan data pribadimu di aplikasi Draveng.

Fakta Sebenarnya Tentang Aplikasi Draveng

  1. Skema Ponzi Berkedok Investasi

    Sistem utama dari aplikasi Draveng adalah mengumpulkan dana dari member (investor) baru, lalu menggunakannya untuk membayar keuntungan kepada member lama. Ini adalah ciri khas skema ponzi, di mana uang berputar hanya antar pengguna tanpa adanya kegiatan bisnis nyata atau produk yang dijual.

    Jadi, meskipun ada orang yang bisa “mencairkan” dana dan mengaku mendapat keuntungan, sebenarnya uang itu berasal dari deposit pengguna lain. Bukan dari keuntungan bisnis.

  2. Mengandung Unsur Riba, Judi, dan Penipuan

    Karena sistemnya tidak jelas, tidak transparan, dan hanya memutar uang dari satu orang ke orang lain, maka aplikasi seperti Draveng masuk dalam kategori haram menurut prinsip keuangan syariah. Ada unsur:

  3. Tidak Terdaftar di OJK

    Aplikasi Draveng tidak memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Padahal, semua platform yang menghimpun dana masyarakat wajib terdaftar dan diawasi oleh OJK. Tanpa izin tersebut, tidak ada perlindungan hukum bagi pengguna jika terjadi penipuan atau aplikasi tiba-tiba scam dan kabur.

Baca Juga:  SnapBoost Apakah Aman? Tugas Like Facebook, YouTube, TikTok Dapat Uang

Sistem Referal = Ciri Penipuan

Draveng menawarkan komisi kepada pengguna yang berhasil mengajak orang lain untuk mendaftar dan deposit. Inilah alasan mengapa banyak orang gencar membagikan link pendaftaran dan testimoni palsu.

Sistem seperti ini merupakan strategi multi-level marketing ilegal yang berbahaya. Keuntungan bukan berasal dari usaha riil, tapi dari korban baru yang terus masuk. Ketika pertumbuhan pengguna melambat, maka perputaran uang akan macet dan akhirnya aplikasi menghilang tanpa jejak.

Kantor Palsu & Promosi Gencar

Untuk meyakinkan korban, aplikasi Draveng membuat kantor palsu dan melakukan promosi besar-besaran di media sosial. Mereka bahkan menggunakan buzzer dan influencer untuk membangun citra positif. Tapi ini semua hanya untuk menutupi fakta bahwa mereka sedang menjalankan skema penipuan terstruktur.

Jangan terkecoh dengan tampilan profesional atau testimoni yang bertebaran, karena itu bisa saja dibayar atau dibuat oleh jaringan mafia ponzi yang hanya ingin memperpanjang usia aplikasi sebelum akhirnya ditutup.

Apa Risiko Jika Bergabung?

  • Kehilangan Uang: Banyak pengguna yang nekat menjual aset bahkan sampai berutang untuk bisa deposit. Jika aplikasi tutup, uang mereka hilang tanpa bisa ditarik kembali.

  • Pencurian Data Pribadi: Saat mendaftar, kamu bisa diminta mengisi informasi penting seperti KTP dan nomor rekening, yang bisa disalahgunakan.

  • Merugikan Orang Lain: Jika kamu ikut merekrut orang lain, secara tidak langsung kamu ikut menyebabkan mereka menjadi korban.

Kesimpulan

Melihat seluruh indikator — dari sistem kerja, izin operasional, pola promosi, hingga cara mendapatkan keuntungan — Draveng Naga adalah aplikasi investasi bodong berbahaya yang hanya menguntungkan segelintir orang dan merugikan banyak korban.

Cepat atau lambat aplikasi ini akan SCAM, seperti ratusan aplikasi serupa sebelumnya.

Baca Juga:  Apakah Aplikasi CIROOS Apk Investasi Bodong Penipuan? Review Fakta Sebenarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button