5 Cara Menjalankan Aplikasi CBT Ruang Ujian OMI Tahun 2025

Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2025 kembali membawa pembaruan penting dalam sistem ujian berbasis komputer. Setelah sebelumnya peserta menggunakan aplikasi tertentu untuk simulasi, kini hadir aplikasi terbaru bernama CBT Ruang Ujian OMI. Aplikasi ini dirancang khusus untuk mendukung jalannya simulasi sekaligus pelaksanaan ujian resmi.
Tujuan utama penggunaan aplikasi ini adalah memastikan pelaksanaan ujian berlangsung seragam, lebih aman, dan efisien. Dengan sistem yang terintegrasi, peserta tidak hanya diminta memahami materi, tetapi juga terbiasa menggunakan teknologi dalam ujian. Oleh karena itu, penting bagi guru, operator, maupun peserta untuk mengetahui langkah-langkah menjalankan aplikasi CBT ini.
Spesifikasi Perangkat yang Dibutuhkan
Sebelum menginstal dan menjalankan aplikasi, ada beberapa syarat perangkat yang wajib diperhatikan:
-
RAM minimal 2 GB agar aplikasi dapat berjalan lancar tanpa lag.
-
Storage minimal 10 GB untuk menampung instalasi dan data ujian.
-
Sistem operasi Windows 8.1 ke atas. Jika masih menggunakan Windows 7, aplikasi ini tidak dapat dijalankan.
-
Koneksi internet stabil minimal 2 Mbps. Stabilitas internet sangat penting agar tidak terjadi gangguan saat ujian berlangsung.
Dengan memenuhi spesifikasi ini, risiko aplikasi gagal berjalan atau ujian terputus dapat diminimalkan.
Cara Mengunduh Aplikasi
Panitia OMI menyediakan tautan unduhan sesuai jenis sistem operasi:
- Aplikasi CAT 32bit : https://omi-cbt.id/assets/app/CBT_OMI_Kemenag_Setup_1.0.1-32bit.exe
- Aplikasi CAT 64bit : https://omi-cbt.id/assets/app/CBT_OMI_Kemenag_Setup_1.0.1-64bit.exe
Peserta hanya perlu menyesuaikan dengan perangkat masing-masing. Setelah link diakses, aplikasi akan otomatis terunduh ke komputer atau laptop.
Namun berdasarkan informasi yang kami dapatkan, saat ini link download aplikasi CBT OMI masih error dan tidak bisa di akses.
Tahapan Instalasi Aplikasi
Setelah berhasil diunduh, berikut langkah-langkah instalasi:
-
Buka file aplikasi yang sudah diunduh.
-
Klik dua kali pada file instalasi, atau pilih Run as Administrator dengan klik kanan.
-
Proses instalasi akan berjalan secara otomatis. Tidak ada banyak opsi konfigurasi yang perlu dipilih, sehingga proses berlangsung cepat.
-
Setelah instalasi selesai, aplikasi akan menutup secara otomatis lalu membuka halaman login.
Cara Menjalankan CBT Ruang Ujian OMI
Untuk menjalankan aplikasi, langkahnya sangat sederhana:
-
Cari ikon aplikasi pada desktop atau folder instalasi.
-
Klik dua kali ikon tersebut.
-
Tunggu hingga aplikasi terbuka. Halaman awal akan langsung menampilkan menu login.
-
Masukkan username dan password sesuai data yang tercantum di kartu peserta.
-
Jika kartu peserta belum mencantumkan username dan password, peserta dapat berkoordinasi dengan panitia tingkat kabupaten.
-
Berdasarkan informasi, pada beberapa simulasi username menggunakan NISN sebagai data login.
-
-
Setelah login berhasil, peserta dapat langsung mengikuti ujian simulasi atau ujian resmi sesuai jadwal.
Menutup Aplikasi dengan Benar
Apabila sudah selesai menggunakan aplikasi, cara menutupnya cukup mudah. Tekan tombol ALT + F4 secara bersamaan pada keyboard. Dengan begitu, aplikasi akan tertutup tanpa merusak sistem.
Pentingnya Koordinasi dengan Panitia
Salah satu hal yang sering menjadi kendala adalah login menggunakan username dan password. Jika mengalami masalah, jangan mencoba melakukan perubahan sendiri. Segera hubungi panitia di tingkat kabupaten agar bisa mendapatkan informasi resmi dan menghindari kesalahan teknis yang dapat merugikan peserta.
Baca juga: 4 Cara Instal Aplikasi CBT OMI Tahun 2025 Pasti Berhasil !
Kesimpulan
Aplikasi CBT Ruang Ujian OMI 2025 menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran Olimpiade Madrasah Indonesia. Dengan persiapan perangkat sesuai spesifikasi, proses instalasi yang mudah, serta panduan penggunaan yang sederhana, aplikasi ini diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis saat ujian. Kunci utama keberhasilan dalam menjalankan aplikasi ini ada pada kesiapan perangkat, kestabilan jaringan internet, serta koordinasi aktif dengan panitia jika terjadi kendala.
Dengan memahami langkah-langkah ini, peserta dapat lebih fokus pada materi ujian tanpa harus khawatir dengan teknis pelaksanaan.








