4 Cara Dapat Uang dari VIR Indonesia, Foto Sampah Dapat Cuan! Tapi Benarkah Aman?

Belakangan ini, warganet kembali dihebohkan oleh munculnya sebuah platform yang mengaku bisa menghasilkan uang hanya dengan mengunggah foto sampah. Platform itu bernama VIR Indonesia, yang konon merupakan singkatan dari Violia International Resource.

Banyak pengguna di media sosial yang mengklaim berhasil mendapatkan bayaran hanya dengan mengunggah foto limbah rumah tangga seperti botol plastik atau kardus bekas. Kedengarannya menarik, tapi apakah benar bisa menghasilkan uang atau justru hanya jebakan investasi bodong seperti kasus sebelumnya?

Latar Belakang Munculnya Aplikasi VIR Indonesia

Kemunculan VIR Indonesia tidak datang tiba-tiba. Berdasarkan penelusuran, situs resminya berada di alamat https://virindonesia.com(atau varian lain yang mirip). Di situs tersebut, VIR mengklaim sebagai platform yang mendukung kegiatan daur ulang sampah secara digital. Para pengguna cukup memfoto sampah, mengunggahnya ke sistem, lalu mendapatkan imbalan berupa saldo atau poin yang bisa diuangkan.

Namun jika ditelusuri lebih dalam, banyak kejanggalan yang mulai terungkap. Logo yang digunakan di situs VIR ternyata identik dengan logo GEAR (Green International Resource) — sebuah platform serupa yang sebelumnya juga viral karena menjanjikan imbal hasil dari “upload foto sampah.”

Sayangnya, aplikasi GEAR kini telah Scam alias tidak beroperasi lagi setelah banyak pengguna melaporkan tidak bisa menarik dana mereka pada akhir Agustus 2025.

Apakah VIR Indonesia Legal?

VIR mengklaim bahwa mereka merupakan bagian dari Veolia Environment SA, perusahaan multinasional asal Prancis yang memang bergerak di bidang air, energi, dan daur ulang limbah. Perusahaan ini bahkan memiliki fasilitas resmi di Pasuruan, Jawa Timur. Namun setelah ditelusuri melalui situs resmi Veolia, tidak ada satupun informasi yang menyebut VIR Indonesia sebagai bagian dari jaringan mereka.

Baca Juga:  Review Aplikasi NEAI Penghasil Uang Baru Rilis, Apakah Aman atau Penipuan?

Dengan kata lain, klaim bahwa VIR terafiliasi dengan Veolia tampaknya hanya kedok untuk menarik kepercayaan calon investor. Situs VIR juga tidak menampilkan izin usaha, tidak ada dokumen legalitas dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), maupun status terdaftar di Kominfo sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Cara Kerja VIR Indonesia: Upload Sampah Dapat Uang?

Bagi pengguna baru, sistemnya terlihat sederhana. Langkah-langkahnya kira-kira seperti ini:

  1. Daftar Akun di situs atau aplikasi VIR dengan nomor ponsel aktif.
  2. Setelah login, pengguna akan diarahkan untuk mengambil foto sampah seperti botol plastik, kertas bekas, atau barang daur ulang lainnya.
  3. Foto tersebut kemudian diunggah ke dashboard pengguna.
  4. Setiap unggahan diklaim akan mendapatkan komisi yang bisa ditarik ke rekening atau dompet digital.

Sekilas terlihat seperti cara inovatif untuk menggabungkan kegiatan sosial dengan peluang ekonomi. Tapi dari laporan banyak pengguna, mekanisme “bayaran” ini ternyata tidak berasal dari hasil daur ulang nyata, melainkan dari setoran anggota baru—sebuah ciri khas skema ponzi.

Skema Investasi di Vir Indonesia

Menurut informasi yang beredar, VIR Indonesia menyediakan dua bentuk investasi utama: Tempat Daur Ulang dan Mitra VIR. Berikut beberapa contohnya:

1. Investasi Tempat Daur Ulang

  • LV2 (Situs Kecil)
    Deposit: Rp450.000
    Pendapatan Harian: Rp18.000
    Kontrak: 365 hari

  • LV3 (Situs Standar)
    Deposit: Rp1.100.000
    Pendapatan Harian: Rp50.000
    Kontrak: 365 hari

  • LV4 (Situs Menengah)
    Deposit: Rp2.500.000
    Pendapatan Harian: Rp120.000
    Kontrak: 365 hari

Baca Juga:  Cara Claim Faucet dan Transfer Tesnet di IBVM Wallet Untuk Pemula

Ada juga versi uji coba berdurasi 6 hari dengan deposit Rp199.000 dan pendapatan harian Rp50.000.

2. Investasi Mitra VIR

Tingkat mitra ini lebih “elite”, dengan nominal investasi dan keuntungan yang meningkat seiring level:

  • LV1: Deposit Rp980.000 – Pendapatan Harian Rp51.000

  • LV3: Deposit Rp3.300.000 – Pendapatan Harian Rp180.000

  • LV5: Deposit Rp11.990.000 – Pendapatan Harian Rp780.000

  • LV7: Deposit Rp48.990.000 – Pendapatan Harian Rp3.490.000

Sekilas, semua terlihat sangat menarik. Namun jika dihitung, imbal hasilnya jauh melampaui batas wajar investasi legal di Indonesia — indikator kuat adanya skema ponzi di baliknya.

Apakah VIR Penipuan?

Seperti pola investasi ponzi pada umumnya, VIR menjanjikan keuntungan tinggi dari kegiatan yang tidak masuk akal. Selama masih ada pengguna baru yang mendaftar dan menyetor modal, sistem masih berjalan dan terlihat “membayar”. Tapi ketika pendaftar baru mulai berkurang, dana yang masuk tidak lagi cukup untuk membayar pengguna lama. Di titik itu, platform biasanya langsung hilang tanpa jejak alias penipuan.

Inilah sebabnya banyak pengamat menyebut VIR pasti berujung rungkat alias penipuan. Sama seperti GEAR sebelumnya, para pengguna awal mungkin sempat merasakan “cuan”, namun pada akhirnya justru banyak yang rugi besar.

Baca juga: Aplikasi VIR Indonesia Investasi Apakah Aman Terdaftar OJK atau Penipuan? Review Terbaru

Kesimpulan

Secara konsep, ide mendapatkan uang dari kegiatan daur ulang memang menarik dan realistis — jika dijalankan oleh lembaga resmi seperti bank sampah, perusahaan daur ulang, atau program CSR lingkungan. Namun jika dilakukan melalui platform yang tidak jelas legalitasnya, seperti VIR, risiko penipuan sangat tinggi.

VIR Indonesia tampak mengulang pola lama dari aplikasi GEAR: mengatasnamakan daur ulang untuk menarik dana publik. Dengan tidak adanya izin OJK maupun bukti afiliasi resmi dengan Veolia, maka bisa disimpulkan VIR bukanlah platform investasi yang aman.

Baca Juga:  6 Cara Tarik Uang di VIR Indonesia ke DANA, Masih Terbukti Membayar?

Sebelum tergiur janji “foto sampah dapat cuan”, sebaiknya masyarakat lebih kritis dan berhati-hati. Alih-alih mendapat uang, bisa jadi malah kehilangan modal dan waktu. Karena dalam skema seperti ini, ujungnya tetap sama: yang terakhir masuk, pasti jadi korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button